semasa kita dan mereka masih hidup.

April 19, 2008 by santamariacrb85
Sekedar Renungan :
SATU :
Friend, masih inget ga bbrp thn yg lalu waktu Tony Blair (PM Inggris-red) waktu berkunjung ke Ind. Waktu itu disiarkan Metro TV (sy cb mengajak teman2 utk lbh kritis dlm hal tontonan, moga2 ga cm nonton sinetron yg ga ada pesan apa2 nya he.. hee..) Waktu Itu Mr. Tony Blair sempet dialog dgn seorang murid wanita dari ponpes setingkat SD. Dalam dialog itu percakapan dilakukan dalam bhs Inggris dan dialeknya adalah British English not American English dengan pronounciation yg benar2 british, fasih, wow membuat kita terkagum2 dan bangga.
So friend, pernah anda bayangkan atau coba kalkulasi seperti apa pendidikan yang disampaikan disana?? dan yang pasti bandingkan dari Biaya pendidikan bisakah dibayangkan dan dibandingkan dgn sekolah anak2 kita yang notabene sekolah +?? Jd teman2 sekedar direnungkan, terutama yg aktif di komite kontribusi anda tentunya akan banyak membantu anak2 kita generasi mendatang.
2 tahun lalu seorang teman pelayanan yang pulang dari pelayanan di Indonesia Timur sempat datang ke crb dan sharing hal pendidikan yg jadi beban pelayanannya. Betapa hal pendidikan + di Ind Timur begitu terabaikan. Bahkan satu SDK di Tana Toraja karena tiadanya dana akhirnya diserahkan kepada diknas, hari ini sekolah tsb tetap berdiri menjadi SDN. Di Papua, Puncak Jaya, dari sana puncak Cartenz dgn salju abadinya terlihat jelas, dia tunjukkan rekaman handycam anak2 bersekolah tanpa pakaian kecuali cawat krn anak2 blm pake koteka. Pemandangan yang sangat mengganggu sementara teman saya dan rekan2nya datang kesana harus dgn kostum jaket mantel tebal lengkap menutupi kepala sampai ujung tangan dan kaki. Pertanyaan saya apakah anak2 begitu kuat & tangguh sehingga pada lokasi yg demikian mereka bertahan dari suhu yg begitu minim. Jawaban teman sy, jangankan untuk pakaian untuk makanan saja mereka harus mencari setengah mati apalagi untuk urusan sandang. God help them, blessed them
SATU LAGI :
Friend, nonton ga tgl 27 Peb 08 ybl, saat mantan pres Soeharto dikebumikan. Waktu itu yg jd Inspektur Upacara bp pres SBY. Saat masuk liang lahat salvo ditembakkan, pres SBY dan seluruh hadirin memberi hormat (mungkin sel pemirsa se Indonesia juga memberi hormat). Kemudian tanah diurug/dikuburkan masih dihdp pres SBY, liang lahat yg sdh ditimbun tanah DIINJAK-INJAK orang. Mereka adalah tukang gali kubur yang menimbun kemudian memadatkan tanah dengan cara diinjak2 dengan kaki telanjang mereka.
Dlm hati saya MIRIS juga sementara dihormati begitu rupa sekejap kemudian diinjak-injak orang. Coba bayangkan dalam sikon yg kalo kita tdk mengerti tentunya hal itu adalah ironi. Tapi kalo dalam konteks tugas mereka ya seperti itulah cara mereka bertugas di Indonesia. Bgm kalo di LN spt Malaysia, New Zealand, German atau USA ya friend? (ada comment temen2 yg ada disana?)
Pesan moral :
- Jadilah terhormat pada saat anda hidup, saat nafas hidup masih ada dalam diri anda. Kalo sdh terbujur kaku, tempat anda hanya liang 1mx2m.
- Hormatilah, sayangilah, kasihilah mereka (orang tua, pasangan suami/istri, anak, saudara) saat mereka masih hidup, itu baru berarti. Orang Chinese bilang itu U Hau = berbakti (bahkan kebiasaan sampai setelah wafatnya setiap tahun harus diperingati.) Menurut saya tidak ada ada artinya kalo semasa hidup mereka kita tidak lakukan, sementara setelah wafatnya kita lakukan sehari setiap tahun. So lakukan usahakan semaksimal mungkin semasa kita dan mereka masih hidup.
Sugiarto Wijaya <agie@crb.elga.net.id>
10 Apr 2008 15:21

Puisi Rendra

March 22, 2008 by santamariacrb85

Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
Seolah …
semua “derita” adalah hukuman bagiku.
Seolah …
keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
“ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja”
(WS Rendra).

Dari Pak Yacob Suparsa

March 22, 2008 by santamariacrb85

Dari Pak Yacob Suparsa
Guru SMP Santa Maria

1. Buat bulletin Kepriben

Salut buat Kepriben. Biar Cuma bulletin intern tapi gaya, bahasa, dan
isi artikelnya dinamis, menarik dan cukup menghanyutkan. Pesan saya
satu kata ” Teruskan ! “

2. Soal nama komunitas
Saya usul bagaimana kalau nama, baik buletin maupun komunitas
angkatannya di beri nama LAPAN LIMA maksudnya angkatan Delapan puluh lima.

“f.subarkah” <f.subarkah@yahoo.co.id> 22 Mar 2008

PLY OPER

February 27, 2008 by santamariacrb85

Ini foto dari daerah Jatibaru, Jakarta.
Image 001 itu yg lama..
terus karena banyak yg bilang
“Tulisannya salah!”
Maka diganti lah sebagaimana bisa dilihat di image 002!

 

 

 

 ******************************

Pak KIM

February 19, 2008 by santamariacrb85
Sobat-sobat yang jebolan SMA. St. Maria angkatan 85 pasti tak asing dg sosok berikut ini, clue nya apa lagi kalau bukan GILBER yang bikin kita gemeterrr saat pelajaran matematika…benar2 pengalaman yg mendebarkan dan sulit dilupakan kan, sobat? Ya, betul sekali, beliau adalah salah satu guru kebanggaan SMA St. Maria, Bapak Ignatius Iwan Susanto, yg lbh populer dg panggilan Pak KIM  (wah, namanya mirip2 orang Korea ya)
Alamat Bapak guru favorit kita adalah di Jl. Warnasari Gg. Mawar No.54 Cirebon, no Telp : 0231-203315. Pak Kim dilahirkan 68 tahun yal, tepatnya tgl 3 Oktober 1939, tetapi kalau teman2 amati fotonya saat ini ga terlalu banyak berubah dibandingkan beliau mengajar kita waktu itu kok…Artinya pak Kim ini awet muda, kalu kita makin tua, beliau nih tambah keliatan segar dan malah agak gemuk dibanding waktu menghadapi kebandelan kita kita lho…..
Putra pak Kim ada 3, yang pertama perempuan bernama LILY YULIANTI.S, sudah menikah dan tinggal di Purwokerto. Yang ke 2 bernama LUCKY YULIANTO.S, pria, single dan bekerja di BCA Cirebon. Yang bontot cewe juga, dan sudah berkeluarga namanya LISA YULIANI.S, berdomisili di Banjarnegara. Dari ke 2 putri yang telah menikah, Pak Kim dan sang permaisuri (Ibu Imelda Meriati, lahir 11 Juni 1951) menndapat 5 orang cucu yang lucu-lucu, montok dan sudah pasti pinter kayak opanya.
Sejak th.2001 bapak kita ini menjalani masa pensiun dan pada tahun 2003 diminta kembali oleh pihak yayasan St. Maria untuk kembali mengajar sampai dengan th. 2005 dan akhirnya kembali menikmati masa pensiun sampai sekarang. Sebenarnya  pak Kim ini senang mengajar, karena menurut beliau, nganggur tuh ga enak banget…ya emang pada dasarnya pak Kim tuh rajin ya…Nah, kegiatan beliau sekarang untuk mengisi waktu nya adalah setiap hari mulai jam 14.00 s/d 20.00, memberi kursus Matematika. Kata pak Kim sih sebenarnya cape juga menjalani aktivitas seperti itu di usia sekarang, tapi mau bagaimana lagi, karena penghasilan pak Kim saat ini ya dari memberikan les sperti itu.
Oh ya, istri tercinta pak Kim  juga setiap hari support pekerjaan pak Kim, dengan menyediakan makanan buat murid yang belum sempat makan di rumah.
Pada saat pak Kim di wawancara tentang kenangan suka duka saat menjadi guru di SMA,  St. Maria, komentarnya adalah sebagai berikut. Sukanya, menurut pak Kim, mudah saja, kalau pada saat diterangin di depan kelas kemudian murid murid bisa mengerti penjelasannya, nah hati pak Kim sangat berbunga bunga. Tapi beliau paling sebel kalau pas lagi menjelaskan di depan kelas terus tidak didengarkan oleh murid…nah siapa tuh diantara sobat yg pernah bikin dosa seperti itu? Ayo, sungkem ama pak Kim! Karena kebahagiaan pak Kim saat ini adalah mendapat sowan dari mantan muridnya dan mendengar cerita keberhasilan anak didiknya…hik…jadi terharu nih
Pak Kim membandingkan murid jadul lebih tekun drpd murid jaman sekarang, mungkin krn fasilitas saat itu masih sangat terbatas. Belum ada HP, DVD, PS, Computer, dsb. Mencatat saja mesti pakai tulisan tangan, bukan foto copy seperti sekarang, sehingga tulisan lebih bagus  karena lebih terlatih dan pelajaran jadi lebih dimengerti krn harus menulis sendiri jeh. Pendeknya menurut beliau anak dulu lebih trampil , lebih ulet dan penuh konsentrasi. Sedangkan anak jaman sekarang lebih manja dan susah diatur…nah lu…kita rada bangga kan sebagai anak produk jaman baheula.
Di akhir wawancara, yang sebenarnya lebih banyak pak Kim yang mewawancarai penulis, bapak kita ini mengharapkan agar Santa Maria di masa yad bisa tetap jaya dan tetap menjadi SMA bernilai plus, walaupun disadari lebih banyak saingan. Dengan fasilitas yang cukup lengkap, St. Maria harus lebih berani ber inovasi dan mengedepankan kualitas pengajarnya. Menurut beliau, yg penting dari seorang pengajar adalah : bisa mentransfer ilmu yang dimiliki kepada anak didiknya, setuju kan sobat-sobat?
Akhir kata, kami, sebagai alumni St. Maria angkatan 85 mengucapkan terima kasih atas segala ilmu yang telah suhu Kim transfer kepada kami sehingga kami menjadi insan berguna untuk keluarga dan masyarakat. Tuhan Yesus Kristus yang akan membalas semua budi baik pak Kim, Sehat dan bahagia selalu, itulah doa yang kita panjatkan untuk pak Kim dan keluarga. AMIN
  Hasil Wawancara tgl 11 Feb 2008, pk. 11.00 antara Bpk. Ignatius VS Ling n Agin

REUNI III DI BANDUNG – Behind the Scene

February 17, 2008 by santamariacrb85
Thanks banget ya buat Rismana yang dah bikin liputan kegiatan Reuni III Santa Maria 85 kemaren, cepet banget responnya.
Meskipun menjelang acara saya dan Heddy sempet was2 juga akan jumlah temen2 yang hadir diacara tersebut, namun akhirnya jumlah yang hadir cukup mendekati target perkiraan semula, sekitar 40 an orang.
Saya absen satu2 ya :
Rombongan Jakarta :

01 Liana – IPA 1
02 Piping – IPA 2
03 Nita – IPA 2
04 Anastasia Nany J – IPA 2
05 Rosa Sri Murti – IPA 2
06 Hermas HH – IPA 1
07 Edi Subrata – SMP
08 Cing Lie – IPA 1
09 Cecep – IPA 1
10 Ci Sien – IPA 1
11 Hardy Boy – SM 2
12 Samuel Rismana – IPS
13 Cun Haw – IPA 2
14 Tan Mey Ling / Bernardette – SMP
15 Paris Halim – SMP
16 Heddy – 85-86

Rombongan Cirebon

01 Ling / Agung – IPA 1
02 Gina – IPA 1

03 Hengky – IPA 2
04 Lo Kim Lan – SM 2
05 Cing Gie – IPA 2
06 Subarkah – IPA 2
07 Edi Umardi – SMP
08 Hok Lay – SMP
09 Neneng – IPA 2
10 Lili Kupu – IPA 2

11 Akian / Benny – SM 2
12 Priatna Tatang – IPA 1

Rombongan Bandung
01 Iing Wijaya – IPA 1 – tuan rumah
02 Nana Sugiana – IPA 1
03 Hanafi Bahrun – IPA 1
04 Ang Pe Yin – SM 2
05 Deden – SM 2
06 Lily Johan – IPA 1
07 Suhanenti – IPA 1
08 Ferry – IPA 2
09 Kiat Tjung – SMP
Bintang Tamu Angkatan 84 :
01 Lo Kim Fung (kakak Kim Lan, yang datang khusus atas undangan Panitia, sebagai pengamat)
02 Dacu (Suami Ling / Agung)
03 Anton (Kakak Anastasia Nany)
Jadi total temen-temen yang hadir waktu itu : 37 orang dari Angkatan 85 dan 3 orang dari 84.
Di reuni III ini rombongan Jakarta masih memegang record dengan 16 orang, disusul dengan Cirebon dan Bandung, namun untuk Bandung salut banget, karena akhirnya boleh dikatakan 90% dari database alumni temen2 di Bandung yang ada bisa hadir di acara ini …………….. kecuali Bambang Sugiarto. Wah bravo buat Nana dan Iing, serta Hanafi & Suhanenti karena selain sibuk menyiapkan berbagai konsumsi dan perlengkapan, juga berhasil membujuk temen2 lain di bandung untuk bisa datang di reuni III ini, karena sebelumnya memang cukup sulit ngajak temen2 kita dari Bandung ini
Behind the scene

Sebenernya salah satu ke khawatiran yang muncul akan ketidakhadiran temen2 diantaranya selain masalah waktu yang kurang tepat, hal lain adalah masalah transportasi. Beberapa temen2 khususnya yang wanita memang relatif lebih sulit untuk datang ke acara-acara reuni seperti ini dengan harus meninggalkan anak dan suami, di samping ijin belum tentu turun dari suami, pergi ke acara reuni seperti ini biasanya juga kurang comfortable buat keluarga yang mengantar, karena biasanya akan terbengong-bengong di ruangan, karena biasanya bingung untuk nimbrung dalam topik pembicaraan, kecuali memang suami istri ybs memang berasal dari satu alumni dan seangkatan pula. Nah ……………….. karena itu sejak awal saya dan teman-teman terus terang worried banget soal transportasi ini, karena itu tercetus ide untuk mencoba mengkoordinir per wilayah dan kota untuk berangkat secara kolektif, dikoordinir keberangkatannya, sehingga memastikan temen-temen yang ikut terjamin berangkat dan pulangnya.
Nah karena itu dari rombongan Jakarta di atur sbb :
Mobil Edi Subrata :
  • Edi Subrata
  • Hardy Boy
  • Ci Sien
  • Cing Lie
  • Cecep
Mobil Hermas
  • Hermas
  • Liana
  • Nany
  • Nita
  • Rosa Srimurti
  • Piping
Mobil Paris
  • Paris Halim
  • Mey Ling
Heddy & Family
Rismana – bareng kakaknya
Cun Haw – naek travel dari Jakarta
Sedangkan dari rombongan Cirebon diperkirakan ada beberapa group rombongan seperti :
Tatang & family
Hok Lay & Family
Ling & Family + Lo Kim Lan
Gina, Hengky & Family
Subarkah & Edi Umardi
Cing Gie & family
Lili Kupu & Neneng
Berangkat kolektif
Dari Rombongan Jakarta kita sempet saling contact waktu berangkat, sehingga meskipun ga konvoi langsung semua kita saling telp-telp an untuk memastikan posisi masing. Saya merasa cukup beruntung karena saya didampingi oleh 5 wanita cantik2 tepatnya ibu-ibu beranak 2 – 3 anak. Tugas pertama adalah menjemput ibu Rosa Srimurti di BSD , tepatnya di depan gerbang Alam Sutra jam 6.15. Setelah berpamtian dan serah terima dengan suami yang mengantarkan sampai depan Alam Sutra, kami meluncur ke Puri Indah, tepatnya di sekolah Notterdam, yang merupakan tempat janjian ketemu dengan Liana, rupanya si Liana kepanasan naek Angkot dan jalan sejauh beberapa ratus meter, sehingga waktu melihat dari jarak beberapa puluh meter, saya dan Rosa Srimurti kira ada kenek angkot yang kepanasan membawa tas dan handuk kecil dengan wajah penuh keringat ……………….eh ternyata si Liana, ha a a a…………….
Selesai jemput Liana sekitar jam 6.35, kita meluncur ke perumahan Puri Indah Blok J2, menuju rumah madame Piping (kata Liana), yang dipaksa Liana membawa 5-6 botol Aqua untuk konsumsi seluruh isi mobil.
Tepat jam 6.50, kami berempat jalan menuju plaza Semanggi untuk jemput nyonya Nita di Pelangi, setibanya di lokasi, Ny Nita sudah menunggu di lobby perkantoran gedung veteran, ditemani dengan beberapa orang Satpam,karena memang mall dan kantor belum buka saat itu. Selang 10 menit kemudian Nany nyampe di depan Plaza Semanggi, diantar suami tercinta, dengan membawa 30 bungkus nasi panggang untuk konsumsi di Bandung. Jadi baru sekitar jam 7.25 kami semua masuk tol dalam kota menuju Starbucks Bekasi Timur, di tol Cikampek.
Dalam perjalanan menuju starbucks, suasana dalam mobil penuh dengan canda tawa yang dimotorin si Liana, dengan bahasa cirebonnya yang kentel banget, dan tentu saja Piping jadi obyek pelengkap penderita, menjadikan suasana perjalanan semakin seru dan menyenangkan. Disinilah serunya berangkat dengan kolektif, waktu perjalanan terasa singkat banget.
Sampe di starbucks Bekasi Timur, kami ngopi2 dulu sambil menikmati nasi bakar bawaan si Nany, wao ……w w w w nikmat, ngga lama kemudian Heddy datang bergabung dengan kami di Starbucks yang datang bareng bininya, tapi karena ada anaknya yang tidur, jadi terpaksa dia turun sendirian. Kita semua dah pernah telp an, tapi belum semuanya temu muka, jadi saat itulah si Piping, Nita, nany dan Rosa, baru inget kembali sama yang namanya Heddy.
Kurang lebih jam 08.30 kami berangkat lagi konvoi 2 mobil, di tengah perjalanan baru Edi Subrata yang membawa rombongan Ci Sien, Cing Lie, Hardy, dan Cecep, baru contact, ternyata mereka baru mau menjemput ke Citraland, untuk jemput Ci Sien dan Cecep. Jadi memang untuk menunggu mereka di starbucks terlalu lama, demikian juga Mei Ling dan Paris ternyata juga berangkat lebih siang, jadi tidak bisa kami tunggu.
Sampai di Padalarang, Heddy mengusulkan mampir ke suatu tempat peternakan, tempat untuk minum susu, Yoghurt dan Ice cream, yang buntut2nya cuman madam Piping yang makan ice cream dan ceweq numpang kencing di sana. Jadi perjalanan dilanjut lagi ke menuju daerah sekitar Setra Sari untuk antar istri dan anak Heddy ke rumah orangtuanya, baru kemudian 2 mobil beriringan menuju rumah Iing di Sumber Sari, Pasir Koja.
Tiba di rumah Iing baru sekitar pkl. 11.00 an, dan ternyata rombongan Edi sudah sampai terlebih dahulu, dan satu demi satu tamu lain berdatangan, baik dari Jakarta maupun cirebon.
Wah pokoknya seru juga sih, kebersamaan selama perjalanan dan cerita-cerita nostalgia banyak muncul, banyak sekali memori2 yang masih nyantol dalam pikiran kita tapi banyak juga nostalgia dan wajah2 temen2 kita yang terlupakan. Demikian juga setiap ada temen kita yang baru nyampe ke tempat Iing, kita semua surprise dan bertanya2 wajah siapakah ini ???  Tapi yang di Bandung ini bener2 luar biasa, boleh dikatakan hampir 50% temen2 yang hadir merupakan wajah baru yang kemarennya belum hadir dalam 2 reuni sebelumnya, dan yang menyenangkan banyak juga temen-temen SMP yang hadir……………… seperti Kiat Cung, Edi Umardi, Kim Lan, dll.
Acara selanjutnya rasanya sudah diceritakan oleh Rismana dengan detil dan jelas.
Surprise dari German
Di tengah-tengah acara berlangsung, saya dikejutkan dengan sebuah telp direct dari Cicilia Susi di German ………….. Wah saya bener-bener terharu, sedemikian perhatian dan kekangenan Cicilia Susi sama temen2 SMAnya dulu, dia sampe rela telp langsung dari sana , dan berbicara langsung dengan saya dan Agung serta Rismana. Bravo ya buat kamu ………………. Saya yakin banget kalo kamu ada di Indonesia pasti Susi dan hadir di tengah-tengah kita saat itu.
Tapi sayang saat telp ke HP saya rupanya kualitas jaringan atau suara di HP saya mungkin kurang bagus, jadi suaranya memang agak putus2, dan terus terang suara Susi bener2 tidak jelas, jadi saya mencoba jawab sebisanya ………
Makan Swieke Waled
Rupanya konsumsi yang berlimpah ruah di rumah Iing, ga membuat perut peserta reuni langsung kenyang, karena usulan Heddy dan Liana yang ngidam swieke Waled, langsung direspon sama temen-temen lainnya baik dari Jakarta, Bandung dan Cirebon.
Karena itu setelah acara di Iing selesai jam 16.00 an, ada sekitar 18 an orang yang gabung ikutan makan swieke Waled di Cihampelas, sampe kira-kira jam 18.30 an, gila ya, makan swieke ampe 2 jam setengah, he e  ee , ampe tulangnya pada bersih ……………….
Yang hadir di Swieke Waled :
  1. Piping
  2. Liana
  3. Nita
  4. Rosa Sri
  5. Hermas, istri dan anak 2
  6. Heddy
  7. Edi Subrata
  8. Cing Lie
  9. Ci Sien
  10. Hardy
  11. Cecep
  12. Lili Kupu
  13. Neneng
  14. Tatang
  15. Ferry
  16. Deden
  17. Subarkah
  18. Edi Umardi dan anak
Wah bener2 seru d, kayak booking restoran aja hampir semua tempat duduknya dikuasai
Ucapan Terima kasih
Untuk temen-temen di Bandung, ucapan terima kasih yang tak terhingga atas kerepotan dan persiapan yang sudah dilakukan, khususnya Iing sebagai tuan rumah, yang konsumsinya bener-bener swa dana (tidak mau diganti oleh sumbangan dari temen-temen yang hadir), juga kepada Nana yang ikut direpotkan dengan persiapan di sana sini, meskipun dengan lutut keseleo, tetap semangat menyiapkan acara ini.
Juga kepada Hanafi yang ikut menyumbangkan 500 pcs lumpia gorengnya, luar biasa !!!! Padahal yang hadir cuman 45 orangan lho, jadi 1 orang kudu ngabisin 10 lunpia, itupun ternyata masih bisa diisi ama swieke waled ya, luar biasa …………..
Ngga lupa juga buat Rismana yang sudah membantu nge MC, sehingga bisa menghidupkan suasana, juga buat Hok Lay atas urun rembug saran dan pemikirannya.
Juga pada temen-temen semua, saya juga mengucapkan terimakasih  atas kesediaan hadir di acara kita ini, mudah-mudahan bisa membawa aura dan hawa positif untuk bisa ajak alumni 85 lainnya untuk bisa hadir di acara kita selanjutnya di Cirebon , Maret 2008 mendatang.
Respon
Saya ngga bisa menyimpulkan gimana respon temen2 yang hadir di reuni III ini, saya cuman melihat wajah-wajah mereka memang begitu ceria bahagia, bisa ketemu dengan temen2 yang sudah puluhan tahun tidak ketemu, makanya saya mencoba membantu visualisasi dalam buletin database angkatan 85 dengan foto tempo dulu dan sekarang, sehingga bisa membantu temen2 yang lupa dengan wajah dan namanya. Mungkin di kesempatan mendatang, kalau saya masih sanggup, akan dicoba untuk memvisualisaikan lagi databasenya dengan lebih baik.
Tapi yang jelas saya pengen banget menjadikan ajang temu kangen ini untuk membuat kita semua merasa comfort satu sama lain, yang bisa larut dalam suasana nostalgia, tanpa harus terkotak-kotak, saya dari IPA 1, IPA 2, IPS atau bahkan saya cuman SMP di Santa Maria, semua batasan itu harus kita hilangkan, kita semua adalah temen-temen alumni yang pernah bersekolah di sekolah yang sama, yang saat itu cukup disegani oleh sekolah-sekolah lain di Cirebon, sebagai salah satu sekolah berkualitas di Cirebon.
Oleh karena itu besar harapan saya buat temen2 semua, agar saat reuni ke IV di Cirebon mendatang yang rencananya akan diadain di CIrebon bulan Maret 2008 mendatang bisa dihadiri oleh lebih banyak lagi temen2 kita yang ada di Cirebon, khususnya, jangan lagi ada kendala transport, akomodasi dan finansial, mari kita sama-sama cari solusi terbaik buat semuanya supaya kita semua bisa berkumpul.
 (Hermas 22 Des 2007)

Reuni III di rumah Iing Wijaya di Bandung

February 17, 2008 by santamariacrb85

Sekedar Catatan saya yg ikut Reuni III di rumah Iing Wijaya di
Bandung :
1. Teman2 yang datang kalau gak salah hitung ada 37 orang, baik
datang dari Jakarta, Cirebon maupun yg tinggal di Bandung,
campur cowo cewe, foto2 nanti Hermas yg akan upload di milis
ini
2. Rumah Iing memang cocok utk kumpul2, ruang tengah jadi ajang
reuni, taman di belakang yg asri jadi tempat ngobrol para cowo2
yg asyik ngebul hehehe
3. Acara dibuka setelah menunggu kedatangan Subarkah & Edi
Umardi, saya yg buka acara sbg MC katrok, setelah saya pimpin
doa baru kita makan2, walaupun sebelumnya dah ada yg ambil
makan duluan krn gak tahan liurnya melihat aneka macam makanan
yg lezat2 hehehe
4. Abis makan, saya buka dg Joke mengenai wanita hahahaha, si
Cun How protes mulu neh…namanya juga joke…mesti cari joke
tentang laki2 neh baru imbang ya How…
5. Setelah itu baru diskusi mengenai kelangsungan ikatan alumni
angk 86 yg harus tetap di bina sampai ajal kita menjemput satu
persatu, intinya ada upaya utk dibuat kas khusus angk 85 yg
tujuannya utk menampung dana yg suatu saat bisa dibutuhkan utk
kegiatan reuni, bantuan kepada teman2 seangkatan yg sedang
susah dan juga utk mencetak buletin yg rencananya akan dibuat
Hermas 2 bulan sekali. Two Thumbs utk Hermas yg sudah susah
payah membangun kembali jaringan teman2 angk 85 baik dari
TK-SMA, tanpa kerja keras Hermas yg menjadi inpsirator mungkin
teman2 tdk akan bisa bertemu dg teman2 lama, dan berkat Hermas
teman2 lain jd bahu membahu membantu dia. Thanks utk teman2 yg
sudah banyak membantu kerja keras Hermas.
6. Akhirnya, kita sepakat akan membuka rekening baru utk
menampung dana sumbangan dari angk 85, rekening akan dibuka
atas nama Ling (Agnes Agung) & Gina di cirebon, dan kemarin
secara spontan dikumpulkan kolekte dari teman2 yg hadir dan
terkumpul Rp. 1.870.000,- amazing ! thanks utk teman2 yg sudah
menyumbang. Dan kita rencanakan next reuni th depan di cirebon,
si Hok Lay bersedia jadi tuan rumah di restorannya.
7. Setelah itu Hermas membagikan buletin kepada seluruh teman2
yg hadir, langsung semuanya membuka2 dan melihat2 wajah2 teman2
yg ada di database, walaupun cuma blakc & white tp isinya
sangat berguna. One again Two Thums utk Hermas !
8. lalu foto session, mulai dari foto bersama, dilanjut foto
para angels dan para engkoh2 or om2 hahaha, dan gak lupa saling
foto berduaan neh…terutama si cecep yg minta di foto berdua
dg teman2 cewe…kalau dulu saat di SMA mah boro2 berani minta
foto bareng berduaan…krn pasti ditolak tuh…sekarang wis
pada bae tua ya enjoy2 aja..dipeluk juga gak ape2 hahahaUkt Iing
Suhanenti…jangan marah ya di paksa foto bareng sama
saya, memang hari itu kamu yg paling pangling dan paling cantik
seh hehehehe
9. Setelah foto2 kembali teman2 saling ngobrol2, sementara yg
cewe2 asyik beres2 makanan, dan yg cowo2 bantu menata kembali
ruangan tamu.
Jam 16an…acara bubar, ada yg mau makan swike waled, itu tuh
si Liana yg ngeces pengen banget makan swike, gak tahu jadi
pergi apa gak ke cihampelas. Walaupun dah berada di depan rumah
Iing tp tetep aja masih ngobrol seolah2 gak mau
bubar…halah…tp akhirnya satu persatu kita pergi diiringi dg gerimis hujan
yg turun sejak siang hari
Thanks to Iing Wijaya & Husband yg menyediakan rumahnya sbg
ajang reuni…
Thansk to Hermas yg spt biasa sdh repot dg segala peralatan
mulai dr laptop, infocus, camera, foto2 dan buletinnya
Thanks to teman2 yg sudah membawa makanan dan minuman…

dan thanks to teman2 yg sudah bersedia hadir di acara reuni….

See you next Reuni part IV !….(Samuel Rismana S -21 Desember 2007)

Nama-nama Guru SMP St maria yang masih ngajar

February 16, 2008 by santamariacrb85
Nama-nama Guru SMP St maria yang masih ngajar (sumber F Subarkah Feb 2008)
         
No Nama Alamat no Telp Keterangan
1 M. Sutarjo jl. Kusnan no 197 Cirebon 210216 Biologi
2 Trishadi Eko Datu jl. Sutawinangun Gg. Sitameng I    
    no 27Cirebon 081802393649 Agama
3 Murtidjo jl. Samadikun no 89 Cirebon 210726 Olah Raga Putra
4 C. Sri Lestari jl. Gn Rinjani IV no 24 Perumnas    
    Cirebon 481237 Olah Raga Putri
      081324026250  
5 Yetti Heryati jl. Pecilon Dukuh no 169 Kab. 244841 Ketrampilan Putri
    Cirebon 081320484726  
6 Yosep Gunarto jl. Ketilang VII no 163 Perumnas    
    Cirebon 3347161 Kesenian / Menggambar
7 B. Jumadi jl. Puri Mulia CIII/10- Jatimerta    
    Kabupaten Cirebon 225047 IPS Geografi

IBU LUCIA SUDARTI

February 16, 2008 by santamariacrb85

BIODATA IBU LUCIA SUDARTI

Guru kita diwaktu SMP yang mempunyai bobot ‘mantap’ lahir di Yogyakarta 1 Desember 1955 , dan menamatkan sekolah di SD Marsudirini , SMP Katholik Adimurni dan SMA Stella Duce I Yogyakarta dan S1 di IKIP Bandung tamat th 1980 dan mulai ngajar d SMP St Maria th 1980 s/d sekarang

Bln Des 1982 menikah dengan Yohanes Wiyodo , berputra 1 lahir Okt 1983 yang sekarang sedang kuliah ( sudah mau tamat ) di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Kesan yang paling mengesankan : Hasil pelajaran lebih dari rata-rata sekolah lain dan alumni yang sudah berhasil .

Kesan yang kurang mengesankan : saya sudah membantu sebaik mungkin tapi anak /siswa tidak menganggapnya.

Prestasi selama mengajar : paling ngga masuk 3 besar prestasi Bh Inggris di tingkat Kota Cirebon.

Kesan terhadap anak-anak dulu lebih respek dan peduli pada waktu pelajaran , dibandingkan dengan anak-anak sekarang .

Pesan terhadap alumni : Jangan lupa akan kampus St Maria dan bangga akan keberhasilan dari para alumni.

Alamat Ibu Lusi jl. Pancuran no 122 Kota Cirebon telp 0231-234836 / 081320245400 (sumber: F Subarkah Feb 2008)

 

Manajemen Stress

January 30, 2008 by santamariacrb85

Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita memikul

beban tersebut. – Stephen Covey

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey

mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: “Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?”

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. “Ini bukanlah masalah

berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya.” kata Covey.

“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya

memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya

memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”

“Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan

mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey. “Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”.

Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya…!!

Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.

Start the day with smile and have a good day……..

Heddy Oey