Carut Marut Sekolah Katolik (4)

By santamariacrb85

Membaca tulisan teman2 subject “breaking news !!” sepertinya
enak dijadikan sebuah diskusi mengenai pilihan sekolah bagi
anak kita. Saya agak sependapat dengan tulisan Heddy di bawah
dengan alasan2 saya sbb :
1. Kita sebagai orang tua mayoritas yg saya lihat terlalu
memaksa kehendaknya, memaksa anak utk sekolah di sekolah yg
bagus (fasilitas2 dll nya lah…), memaksa anak utk SEGERA
menjadi anak yg pinter, Memaksa anak utk segera menjadi Juara
terus menerus setiap semester/kwartal.Tapi disisi lain kita orang tua lupa apakah daya ingat (otak)
dan kemampuan lain2 dari si anak bisa menggapai semua yg
diberikan apa gak? saya sih kasihan lihat anak yg terlalu di
push utk jadi hebat sesuai kehendak orang tuanya.
2. Saya pribadi lebih suka lihat anak2 tuh mulai dr umur 3-6
tahun ya main2 aja..sesuai dengan umur anak yg masih suka main,
sambil sedikit2 belajar mengenai lingkungan, benda2, dll. Saat
masuk SD juga saya lebih suka perkembangan anak dari sisi EQnya
dulu, nanti saat menginjak kelas 4 baru dah IQ mulai di asah.
3. Kadang2 paksaan ortu terhadap anak utk segera pinter dengan
memaksa anak utk ikut les juga merupakan sebuah upaya yg
terpaksa dilakukan supaya anak2 tdk ketinggalan dibandingkan
teman2 sekelasnya.
4. Jika anak2 sudah sampai ke jenjang masuk SMA ini juga
pilihan yg sulit bagi ortu yah, pasti ada dilema dan conflict
of interest antara ortu dan anaknya, jika selama si anak EQ nya
dah bagus, dia mungkin akan menolak kehendak ortunya utk masuk
di sekolah favorit ortu, saya sih someday jika anak2 saya dah
mau masuk SMA, kita sbg ortu hanya memberikan informasi sekolah
mana saja yg dikategorikan bagus, bila perlu diberi pengarahan
misalnya kalau masuk ke BPK pelajaran2 berat, saingan dg murid2
lain berat, ulangan2 susah, dll, nah kira2 si anak mau gak utk
sekolah di situ, jika EQ & IQ si anak memang pinter pasti dia
menyukai tantangan persaingan utk menjadi anak pinter ke
sekolah itu.
5. Tp banyak fenomena pendapat ortu bahwa “siapa sih yg gak
pengin anaknya pinter, siapa sih yg gak bangga anaknya jadi
juara kelas/bintang kelas, dll sejenisnya” lalu kalau si anak
selama masa sekolah dari SD-SMA selalu juara kelas apa kah
nanti setelah dewasa akan tetap pintar or malah cuma jadi ibu
rumah tangga saja ? (sorry neh khususnya bagi cewe). Or bagi yg
cowo apakah anak yg pinter akan pinter juga dalam
bersosialisasi dengan lingkungan atau keadaan disekitarnya, jgn
sampai malah menjadi kutu buku, telat kawin, dan kuper krn
kebanyakan belajar jadi gak gaul.
6. Coba saja sebelum memaksa kehendak kita utk menyekolahkan
anak2 sebaiknya dibicarakan dengan si anak sendiri, dimintai
komentar si anak, krn anak lah yg akan menjalankan masa2 di
sekolah.
7. Pilihan yg mana yg harus dipilih ke sekolah katolik or
kristen sebaiknya ortu juga harus memikirkan pengaruh agama apa
yg terbaik utk si anak saja, kl anaknya suka katolik ya jangan
di paksa masuk sekolah kristen demikian sebaliknya.
dah ah…kepanjangan….makin keder sing baca….tulisan ini
hanya sekedar sharing saja, gak perlu dibantah benar or
salah…enjoy aja lagi….
San,

Tags:

Leave a Reply