Sobat-sobat yang jebolan SMA. St. Maria angkatan 85 pasti tak asing dg sosok berikut ini, clue nya apa lagi kalau bukan GILBER yang bikin kita gemeterrr saat pelajaran matematika…benar2 pengalaman yg mendebarkan dan sulit dilupakan kan, sobat? Ya, betul sekali, beliau adalah salah satu guru kebanggaan SMA St. Maria, Bapak Ignatius Iwan Susanto, yg lbh populer dg panggilan Pak KIM (wah, namanya mirip2 orang Korea ya)
Alamat Bapak guru favorit kita adalah di Jl. Warnasari Gg. Mawar No.54 Cirebon, no Telp : 0231-203315. Pak Kim dilahirkan 68 tahun yal, tepatnya tgl 3 Oktober 1939, tetapi kalau teman2 amati fotonya saat ini ga terlalu banyak berubah dibandingkan beliau mengajar kita waktu itu kok…Artinya pak Kim ini awet muda, kalu kita makin tua, beliau nih tambah keliatan segar dan malah agak gemuk dibanding waktu menghadapi kebandelan kita kita lho…..
Putra pak Kim ada 3, yang pertama perempuan bernama LILY YULIANTI.S, sudah menikah dan tinggal di Purwokerto. Yang ke 2 bernama LUCKY YULIANTO.S, pria, single dan bekerja di BCA Cirebon. Yang bontot cewe juga, dan sudah berkeluarga namanya LISA YULIANI.S, berdomisili di Banjarnegara. Dari ke 2 putri yang telah menikah, Pak Kim dan sang permaisuri (Ibu Imelda Meriati, lahir 11 Juni 1951) menndapat 5 orang cucu yang lucu-lucu, montok dan sudah pasti pinter kayak opanya.
Sejak th.2001 bapak kita ini menjalani masa pensiun dan pada tahun 2003 diminta kembali oleh pihak yayasan St. Maria untuk kembali mengajar sampai dengan th. 2005 dan akhirnya kembali menikmati masa pensiun sampai sekarang. Sebenarnya pak Kim ini senang mengajar, karena menurut beliau, nganggur tuh ga enak banget…ya emang pada dasarnya pak Kim tuh rajin ya…Nah, kegiatan beliau sekarang untuk mengisi waktu nya adalah setiap hari mulai jam 14.00 s/d 20.00, memberi kursus Matematika. Kata pak Kim sih sebenarnya cape juga menjalani aktivitas seperti itu di usia sekarang, tapi mau bagaimana lagi, karena penghasilan pak Kim saat ini ya dari memberikan les sperti itu.
Oh ya, istri tercinta pak Kim juga setiap hari support pekerjaan pak Kim, dengan menyediakan makanan buat murid yang belum sempat makan di rumah.
Pada saat pak Kim di wawancara tentang kenangan suka duka saat menjadi guru di SMA, St. Maria, komentarnya adalah sebagai berikut. Sukanya, menurut pak Kim, mudah saja, kalau pada saat diterangin di depan kelas kemudian murid murid bisa mengerti penjelasannya, nah hati pak Kim sangat berbunga bunga. Tapi beliau paling sebel kalau pas lagi menjelaskan di depan kelas terus tidak didengarkan oleh murid…nah siapa tuh diantara sobat yg pernah bikin dosa seperti itu? Ayo, sungkem ama pak Kim! Karena kebahagiaan pak Kim saat ini adalah mendapat sowan dari mantan muridnya dan mendengar cerita keberhasilan anak didiknya…hik…jadi terharu nih
Pak Kim membandingkan murid jadul lebih tekun drpd murid jaman sekarang, mungkin krn fasilitas saat itu masih sangat terbatas. Belum ada HP, DVD, PS, Computer, dsb. Mencatat saja mesti pakai tulisan tangan, bukan foto copy seperti sekarang, sehingga tulisan lebih bagus karena lebih terlatih dan pelajaran jadi lebih dimengerti krn harus menulis sendiri jeh. Pendeknya menurut beliau anak dulu lebih trampil , lebih ulet dan penuh konsentrasi. Sedangkan anak jaman sekarang lebih manja dan susah diatur…nah lu…kita rada bangga kan sebagai anak produk jaman baheula.
Di akhir wawancara, yang sebenarnya lebih banyak pak Kim yang mewawancarai penulis, bapak kita ini mengharapkan agar Santa Maria di masa yad bisa tetap jaya dan tetap menjadi SMA bernilai plus, walaupun disadari lebih banyak saingan. Dengan fasilitas yang cukup lengkap, St. Maria harus lebih berani ber inovasi dan mengedepankan kualitas pengajarnya. Menurut beliau, yg penting dari seorang pengajar adalah : bisa mentransfer ilmu yang dimiliki kepada anak didiknya, setuju kan sobat-sobat?
Akhir kata, kami, sebagai alumni St. Maria angkatan 85 mengucapkan terima kasih atas segala ilmu yang telah suhu Kim transfer kepada kami sehingga kami menjadi insan berguna untuk keluarga dan masyarakat. Tuhan Yesus Kristus yang akan membalas semua budi baik pak Kim, Sehat dan bahagia selalu, itulah doa yang kita panjatkan untuk pak Kim dan keluarga. AMIN
Hasil Wawancara tgl 11 Feb 2008, pk. 11.00 antara Bpk. Ignatius VS Ling n Agin
Tags: Guru