semasa kita dan mereka masih hidup.

By santamariacrb85
Sekedar Renungan :
SATU :
Friend, masih inget ga bbrp thn yg lalu waktu Tony Blair (PM Inggris-red) waktu berkunjung ke Ind. Waktu itu disiarkan Metro TV (sy cb mengajak teman2 utk lbh kritis dlm hal tontonan, moga2 ga cm nonton sinetron yg ga ada pesan apa2 nya he.. hee..) Waktu Itu Mr. Tony Blair sempet dialog dgn seorang murid wanita dari ponpes setingkat SD. Dalam dialog itu percakapan dilakukan dalam bhs Inggris dan dialeknya adalah British English not American English dengan pronounciation yg benar2 british, fasih, wow membuat kita terkagum2 dan bangga.
So friend, pernah anda bayangkan atau coba kalkulasi seperti apa pendidikan yang disampaikan disana?? dan yang pasti bandingkan dari Biaya pendidikan bisakah dibayangkan dan dibandingkan dgn sekolah anak2 kita yang notabene sekolah +?? Jd teman2 sekedar direnungkan, terutama yg aktif di komite kontribusi anda tentunya akan banyak membantu anak2 kita generasi mendatang.
2 tahun lalu seorang teman pelayanan yang pulang dari pelayanan di Indonesia Timur sempat datang ke crb dan sharing hal pendidikan yg jadi beban pelayanannya. Betapa hal pendidikan + di Ind Timur begitu terabaikan. Bahkan satu SDK di Tana Toraja karena tiadanya dana akhirnya diserahkan kepada diknas, hari ini sekolah tsb tetap berdiri menjadi SDN. Di Papua, Puncak Jaya, dari sana puncak Cartenz dgn salju abadinya terlihat jelas, dia tunjukkan rekaman handycam anak2 bersekolah tanpa pakaian kecuali cawat krn anak2 blm pake koteka. Pemandangan yang sangat mengganggu sementara teman saya dan rekan2nya datang kesana harus dgn kostum jaket mantel tebal lengkap menutupi kepala sampai ujung tangan dan kaki. Pertanyaan saya apakah anak2 begitu kuat & tangguh sehingga pada lokasi yg demikian mereka bertahan dari suhu yg begitu minim. Jawaban teman sy, jangankan untuk pakaian untuk makanan saja mereka harus mencari setengah mati apalagi untuk urusan sandang. God help them, blessed them
SATU LAGI :
Friend, nonton ga tgl 27 Peb 08 ybl, saat mantan pres Soeharto dikebumikan. Waktu itu yg jd Inspektur Upacara bp pres SBY. Saat masuk liang lahat salvo ditembakkan, pres SBY dan seluruh hadirin memberi hormat (mungkin sel pemirsa se Indonesia juga memberi hormat). Kemudian tanah diurug/dikuburkan masih dihdp pres SBY, liang lahat yg sdh ditimbun tanah DIINJAK-INJAK orang. Mereka adalah tukang gali kubur yang menimbun kemudian memadatkan tanah dengan cara diinjak2 dengan kaki telanjang mereka.
Dlm hati saya MIRIS juga sementara dihormati begitu rupa sekejap kemudian diinjak-injak orang. Coba bayangkan dalam sikon yg kalo kita tdk mengerti tentunya hal itu adalah ironi. Tapi kalo dalam konteks tugas mereka ya seperti itulah cara mereka bertugas di Indonesia. Bgm kalo di LN spt Malaysia, New Zealand, German atau USA ya friend? (ada comment temen2 yg ada disana?)
Pesan moral :
- Jadilah terhormat pada saat anda hidup, saat nafas hidup masih ada dalam diri anda. Kalo sdh terbujur kaku, tempat anda hanya liang 1mx2m.
- Hormatilah, sayangilah, kasihilah mereka (orang tua, pasangan suami/istri, anak, saudara) saat mereka masih hidup, itu baru berarti. Orang Chinese bilang itu U Hau = berbakti (bahkan kebiasaan sampai setelah wafatnya setiap tahun harus diperingati.) Menurut saya tidak ada ada artinya kalo semasa hidup mereka kita tidak lakukan, sementara setelah wafatnya kita lakukan sehari setiap tahun. So lakukan usahakan semaksimal mungkin semasa kita dan mereka masih hidup.
Sugiarto Wijaya <agie@crb.elga.net.id>
10 Apr 2008 15:21

Tags: ,

Leave a Reply