Thanks banget ya buat Rismana yang dah bikin liputan kegiatan Reuni III Santa Maria 85 kemaren, cepet banget responnya.
Meskipun menjelang acara saya dan Heddy sempet was2 juga akan jumlah temen2 yang hadir diacara tersebut, namun akhirnya jumlah yang hadir cukup mendekati target perkiraan semula, sekitar 40 an orang.
Saya absen satu2 ya :
Rombongan Jakarta :
01 Liana – IPA 1
02 Piping – IPA 2
03 Nita – IPA 2
04 Anastasia Nany J – IPA 2
05 Rosa Sri Murti – IPA 2
06 Hermas HH – IPA 1
07 Edi Subrata – SMP
08 Cing Lie – IPA 1
09 Cecep – IPA 1
10 Ci Sien – IPA 1
11 Hardy Boy – SM 2
12 Samuel Rismana – IPS
13 Cun Haw – IPA 2
14 Tan Mey Ling / Bernardette – SMP
15 Paris Halim – SMP
16 Heddy – 85-86
Rombongan Cirebon
01 Ling / Agung – IPA 1
02 Gina – IPA 1
03 Hengky – IPA 2
04 Lo Kim Lan – SM 2
05 Cing Gie – IPA 2
06 Subarkah – IPA 2
07 Edi Umardi – SMP
08 Hok Lay – SMP
09 Neneng – IPA 2
10 Lili Kupu – IPA 2
11 Akian / Benny – SM 2
12 Priatna Tatang – IPA 1
Rombongan Bandung
01 Iing Wijaya – IPA 1 – tuan rumah
02 Nana Sugiana – IPA 1
03 Hanafi Bahrun – IPA 1
04 Ang Pe Yin – SM 2
05 Deden – SM 2
06 Lily Johan – IPA 1
07 Suhanenti – IPA 1
08 Ferry – IPA 2
09 Kiat Tjung – SMP
Bintang Tamu Angkatan 84 :
01 Lo Kim Fung (kakak Kim Lan, yang datang khusus atas undangan Panitia, sebagai pengamat)
02 Dacu (Suami Ling / Agung)
03 Anton (Kakak Anastasia Nany)
Jadi total temen-temen yang hadir waktu itu : 37 orang dari Angkatan 85 dan 3 orang dari 84.
Di reuni III ini rombongan Jakarta masih memegang record dengan 16 orang, disusul dengan Cirebon dan Bandung, namun untuk Bandung salut banget, karena akhirnya boleh dikatakan 90% dari database alumni temen2 di Bandung yang ada bisa hadir di acara ini …………….. kecuali Bambang Sugiarto. Wah bravo buat Nana dan Iing, serta Hanafi & Suhanenti karena selain sibuk menyiapkan berbagai konsumsi dan perlengkapan, juga berhasil membujuk temen2 lain di bandung untuk bisa datang di reuni III ini, karena sebelumnya memang cukup sulit ngajak temen2 kita dari Bandung ini
Behind the scene
Sebenernya salah satu ke khawatiran yang muncul akan ketidakhadiran temen2 diantaranya selain masalah waktu yang kurang tepat, hal lain adalah masalah transportasi. Beberapa temen2 khususnya yang wanita memang relatif lebih sulit untuk datang ke acara-acara reuni seperti ini dengan harus meninggalkan anak dan suami, di samping ijin belum tentu turun dari suami, pergi ke acara reuni seperti ini biasanya juga kurang comfortable buat keluarga yang mengantar, karena biasanya akan terbengong-bengong di ruangan, karena biasanya bingung untuk nimbrung dalam topik pembicaraan, kecuali memang suami istri ybs memang berasal dari satu alumni dan seangkatan pula. Nah ……………….. karena itu sejak awal saya dan teman-teman terus terang worried banget soal transportasi ini, karena itu tercetus ide untuk mencoba mengkoordinir per wilayah dan kota untuk berangkat secara kolektif, dikoordinir keberangkatannya, sehingga memastikan temen-temen yang ikut terjamin berangkat dan pulangnya.
Nah karena itu dari rombongan Jakarta di atur sbb :
Mobil Edi Subrata :
- Edi Subrata
- Hardy Boy
- Ci Sien
- Cing Lie
- Cecep
Mobil Hermas
- Hermas
- Liana
- Nany
- Nita
- Rosa Srimurti
- Piping
Mobil Paris
Heddy & Family
Rismana – bareng kakaknya
Cun Haw – naek travel dari Jakarta
Sedangkan dari rombongan Cirebon diperkirakan ada beberapa group rombongan seperti :
Tatang & family
Hok Lay & Family
Ling & Family + Lo Kim Lan
Gina, Hengky & Family
Subarkah & Edi Umardi
Cing Gie & family
Lili Kupu & Neneng
Berangkat kolektif
Dari Rombongan Jakarta kita sempet saling contact waktu berangkat, sehingga meskipun ga konvoi langsung semua kita saling telp-telp an untuk memastikan posisi masing. Saya merasa cukup beruntung karena saya didampingi oleh 5 wanita cantik2 tepatnya ibu-ibu beranak 2 – 3 anak. Tugas pertama adalah menjemput ibu Rosa Srimurti di BSD , tepatnya di depan gerbang Alam Sutra jam 6.15. Setelah berpamtian dan serah terima dengan suami yang mengantarkan sampai depan Alam Sutra, kami meluncur ke Puri Indah, tepatnya di sekolah Notterdam, yang merupakan tempat janjian ketemu dengan Liana, rupanya si Liana kepanasan naek Angkot dan jalan sejauh beberapa ratus meter, sehingga waktu melihat dari jarak beberapa puluh meter, saya dan Rosa Srimurti kira ada kenek angkot yang kepanasan membawa tas dan handuk kecil dengan wajah penuh keringat ……………….eh ternyata si Liana, ha a a a…………….
Selesai jemput Liana sekitar jam 6.35, kita meluncur ke perumahan Puri Indah Blok J2, menuju rumah madame Piping (kata Liana), yang dipaksa Liana membawa 5-6 botol Aqua untuk konsumsi seluruh isi mobil.
Tepat jam 6.50, kami berempat jalan menuju plaza Semanggi untuk jemput nyonya Nita di Pelangi, setibanya di lokasi, Ny Nita sudah menunggu di lobby perkantoran gedung veteran, ditemani dengan beberapa orang Satpam,karena memang mall dan kantor belum buka saat itu. Selang 10 menit kemudian Nany nyampe di depan Plaza Semanggi, diantar suami tercinta, dengan membawa 30 bungkus nasi panggang untuk konsumsi di Bandung. Jadi baru sekitar jam 7.25 kami semua masuk tol dalam kota menuju Starbucks Bekasi Timur, di tol Cikampek.
Dalam perjalanan menuju starbucks, suasana dalam mobil penuh dengan canda tawa yang dimotorin si Liana, dengan bahasa cirebonnya yang kentel banget, dan tentu saja Piping jadi obyek pelengkap penderita, menjadikan suasana perjalanan semakin seru dan menyenangkan. Disinilah serunya berangkat dengan kolektif, waktu perjalanan terasa singkat banget.
Sampe di starbucks Bekasi Timur, kami ngopi2 dulu sambil menikmati nasi bakar bawaan si Nany, wao ……w w w w nikmat, ngga lama kemudian Heddy datang bergabung dengan kami di Starbucks yang datang bareng bininya, tapi karena ada anaknya yang tidur, jadi terpaksa dia turun sendirian. Kita semua dah pernah telp an, tapi belum semuanya temu muka, jadi saat itulah si Piping, Nita, nany dan Rosa, baru inget kembali sama yang namanya Heddy.
Kurang lebih jam 08.30 kami berangkat lagi konvoi 2 mobil, di tengah perjalanan baru Edi Subrata yang membawa rombongan Ci Sien, Cing Lie, Hardy, dan Cecep, baru contact, ternyata mereka baru mau menjemput ke Citraland, untuk jemput Ci Sien dan Cecep. Jadi memang untuk menunggu mereka di starbucks terlalu lama, demikian juga Mei Ling dan Paris ternyata juga berangkat lebih siang, jadi tidak bisa kami tunggu.
Sampai di Padalarang, Heddy mengusulkan mampir ke suatu tempat peternakan, tempat untuk minum susu, Yoghurt dan Ice cream, yang buntut2nya cuman madam Piping yang makan ice cream dan ceweq numpang kencing di sana. Jadi perjalanan dilanjut lagi ke menuju daerah sekitar Setra Sari untuk antar istri dan anak Heddy ke rumah orangtuanya, baru kemudian 2 mobil beriringan menuju rumah Iing di Sumber Sari, Pasir Koja.
Tiba di rumah Iing baru sekitar pkl. 11.00 an, dan ternyata rombongan Edi sudah sampai terlebih dahulu, dan satu demi satu tamu lain berdatangan, baik dari Jakarta maupun cirebon.
Wah pokoknya seru juga sih, kebersamaan selama perjalanan dan cerita-cerita nostalgia banyak muncul, banyak sekali memori2 yang masih nyantol dalam pikiran kita tapi banyak juga nostalgia dan wajah2 temen2 kita yang terlupakan. Demikian juga setiap ada temen kita yang baru nyampe ke tempat Iing, kita semua surprise dan bertanya2 wajah siapakah ini ??? Tapi yang di Bandung ini bener2 luar biasa, boleh dikatakan hampir 50% temen2 yang hadir merupakan wajah baru yang kemarennya belum hadir dalam 2 reuni sebelumnya, dan yang menyenangkan banyak juga temen-temen SMP yang hadir……………… seperti Kiat Cung, Edi Umardi, Kim Lan, dll.
Acara selanjutnya rasanya sudah diceritakan oleh Rismana dengan detil dan jelas.
Surprise dari German
Di tengah-tengah acara berlangsung, saya dikejutkan dengan sebuah telp direct dari Cicilia Susi di German ………….. Wah saya bener-bener terharu, sedemikian perhatian dan kekangenan Cicilia Susi sama temen2 SMAnya dulu, dia sampe rela telp langsung dari sana , dan berbicara langsung dengan saya dan Agung serta Rismana. Bravo ya buat kamu ………………. Saya yakin banget kalo kamu ada di Indonesia pasti Susi dan hadir di tengah-tengah kita saat itu.
Tapi sayang saat telp ke HP saya rupanya kualitas jaringan atau suara di HP saya mungkin kurang bagus, jadi suaranya memang agak putus2, dan terus terang suara Susi bener2 tidak jelas, jadi saya mencoba jawab sebisanya ………
Makan Swieke Waled
Rupanya konsumsi yang berlimpah ruah di rumah Iing, ga membuat perut peserta reuni langsung kenyang, karena usulan Heddy dan Liana yang ngidam swieke Waled, langsung direspon sama temen-temen lainnya baik dari Jakarta, Bandung dan Cirebon.
Karena itu setelah acara di Iing selesai jam 16.00 an, ada sekitar 18 an orang yang gabung ikutan makan swieke Waled di Cihampelas, sampe kira-kira jam 18.30 an, gila ya, makan swieke ampe 2 jam setengah, he e ee , ampe tulangnya pada bersih ……………….
Yang hadir di Swieke Waled :
- Piping
- Liana
- Nita
- Rosa Sri
- Hermas, istri dan anak 2
- Heddy
- Edi Subrata
- Cing Lie
- Ci Sien
- Hardy
- Cecep
- Lili Kupu
- Neneng
- Tatang
- Ferry
- Deden
- Subarkah
- Edi Umardi dan anak
Wah bener2 seru d, kayak booking restoran aja hampir semua tempat duduknya dikuasai
Ucapan Terima kasih
Untuk temen-temen di Bandung, ucapan terima kasih yang tak terhingga atas kerepotan dan persiapan yang sudah dilakukan, khususnya Iing sebagai tuan rumah, yang konsumsinya bener-bener swa dana (tidak mau diganti oleh sumbangan dari temen-temen yang hadir), juga kepada Nana yang ikut direpotkan dengan persiapan di sana sini, meskipun dengan lutut keseleo, tetap semangat menyiapkan acara ini.
Juga kepada Hanafi yang ikut menyumbangkan 500 pcs lumpia gorengnya, luar biasa !!!! Padahal yang hadir cuman 45 orangan lho, jadi 1 orang kudu ngabisin 10 lunpia, itupun ternyata masih bisa diisi ama swieke waled ya, luar biasa …………..
Ngga lupa juga buat Rismana yang sudah membantu nge MC, sehingga bisa menghidupkan suasana, juga buat Hok Lay atas urun rembug saran dan pemikirannya.
Juga pada temen-temen semua, saya juga mengucapkan terimakasih atas kesediaan hadir di acara kita ini, mudah-mudahan bisa membawa aura dan hawa positif untuk bisa ajak alumni 85 lainnya untuk bisa hadir di acara kita selanjutnya di Cirebon , Maret 2008 mendatang.
Respon
Saya ngga bisa menyimpulkan gimana respon temen2 yang hadir di reuni III ini, saya cuman melihat wajah-wajah mereka memang begitu ceria bahagia, bisa ketemu dengan temen2 yang sudah puluhan tahun tidak ketemu, makanya saya mencoba membantu visualisasi dalam buletin database angkatan 85 dengan foto tempo dulu dan sekarang, sehingga bisa membantu temen2 yang lupa dengan wajah dan namanya. Mungkin di kesempatan mendatang, kalau saya masih sanggup, akan dicoba untuk memvisualisaikan lagi databasenya dengan lebih baik.
Tapi yang jelas saya pengen banget menjadikan ajang temu kangen ini untuk membuat kita semua merasa comfort satu sama lain, yang bisa larut dalam suasana nostalgia, tanpa harus terkotak-kotak, saya dari IPA 1, IPA 2, IPS atau bahkan saya cuman SMP di Santa Maria, semua batasan itu harus kita hilangkan, kita semua adalah temen-temen alumni yang pernah bersekolah di sekolah yang sama, yang saat itu cukup disegani oleh sekolah-sekolah lain di Cirebon, sebagai salah satu sekolah berkualitas di Cirebon.
Oleh karena itu besar harapan saya buat temen2 semua, agar saat reuni ke IV di Cirebon mendatang yang rencananya akan diadain di CIrebon bulan Maret 2008 mendatang bisa dihadiri oleh lebih banyak lagi temen2 kita yang ada di Cirebon, khususnya, jangan lagi ada kendala transport, akomodasi dan finansial, mari kita sama-sama cari solusi terbaik buat semuanya supaya kita semua bisa berkumpul.
(Hermas 22 Des 2007)