Archive for the ‘tips’ Category

Manajemen Stress

January 30, 2008

Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita memikul

beban tersebut. – Stephen Covey

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey

mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: “Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?”

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. “Ini bukanlah masalah

berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya.” kata Covey.

“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya

memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya

memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”

“Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan

mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey. “Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”.

Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya…!!

Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.

Start the day with smile and have a good day……..

Heddy Oey

Pengalaman Memilih Rumah Sakit

January 29, 2008

Sekedar berbagi pengalaman,bukan bermaksud mendiskretkan secara personal,mudah2 an pengalaman saya bisa diambil manfaatnya

Beberapa tahun yg lalu,ayah saya sakit,keluhan utama susah pipisnya,dan badannya panas,jadi suspek pertama ya radang saluran kemih

karena seperti layaknya bpk2,jrg mengeluh,papa hanya minum panadol dan bilang udh mendingan,tuh,udh keringatan dan panasnya turun,akhirnya krn sdh 2 hari tdk membaik kita bawa ke dtr,2 hari blm jg sembuh kita bawa ke rs pertamina,tapi krn memang rencana dibawa ke jkt,kita cuma semalem di sana,keputusan yg salah krn ternyata malah dtr yg di rs pertamina punya diagnosa yg tepat

 

atas rekomen sdr,kita pilih rs medistra,krn katanya system kerja nya team work seperti rs di sing,papa ditangani 3 dtr subspesialist,bukan spesialist lagi,ginjal,hepar dan paru2,krn ada sesak nafas

 

setelah 1 minggu keadaan papa malah tambah drop,semua fungsi organ drop,dan ke 3 dtr masing2 memberi obat2an,sekali minum 13 obat minum dan belum ditambah obat via infus,pernah sekali perawat bilang ke dtr,lho dok,dtr ini juga sdh ksh(mungkin lain merk),dtr itu bilang tdk apa,ditambah saja,papa sampai bilang org sehat saja minum obat segini banyak jadi sakit,papa sakit nelen obat segini banyak

 

yg mengesalkan 14 hari dirawat,ke 3 dtr itu ditambah dtr jaga dll tdk juga memberi diagnosa apa sakit papa,kl ditanya,jawabnya ya kita sedang diskusi,mengingat fungsi organnya turun,jd kita blm memutuskan apakah dari hepat,ginjal atau apa

terakhir,dtr paru2nya bilang paru2 papa ada cairan dan dia suspek kanker,kita shok abis,jd mulai kepikir pindah rs,tanya2 akhirnya sy dpt masukan untuk ke SGH,dgn tujuan dtr paru2 krn adanya perkembangan ini,dan kita langsung bilang ke mereka kl papa mau kita bawa ke sing,dtrnya msh saranin untuk bronkoskopi dulu,tapi kita tolak,jd kita cuma minta mereka kawal papa(ada 1 dtr mereka ikut papa ke sing,dgn bawa oksigen dll)

 

hari terakhir di medistra,obat2 infus mungkin sdh kepalang diresepkan dan belum habis,dgn hebatnya dtrnya bilang dicepetin saja infusnya,ampun,pdahal pasien mana mungkin mau tarik uang yg sdh keluar

bayangkan setelah sekian lama belum juga ketemu diagnosanya dan setelah sekian banyak obat2an msh tdk mau berhenti

 

begitu dateng di SGH,dtr bilang 99% bukan kanker,tapi untuk pastikan besoknya di bronkos,keluar diagnosa kl papa sakit pneumonia dan keracunan obat ,pastinya deh,mengingat sdh ratusan obat yg papa telan

oleh dtr diberi 1 antibiotik waktu itu baru keluar dan sehari memang dosisnya 1,ditambah laxative buat memperlancar bab jg buat buang toksin obat

3 hari kemudian papa keluar rs,dan berobat jalan,3 harinya lagi pulang ke indo sehat,puji Tuhan

 

Saya termasuk orang yg beruntung,mengambil keputusan secepat mungkin,jadi mudah2an apa yg saya alami jadi bahan pertimbangan di dalam memilih RS,krn tdk semua dtr msh punya dedikasi yg tinggi dan menjaga sumpah jabatan mereka,di luar sana banyak dtr yg hanya mengejar materi dan tdk perduli pasien bisa selamat atau tdk,yg penting kuras duit pasien sebanyak mungkin,pdhal kita sebagai pasien hanya mengharapkan kesembuhan,

 

sy beruntung bisa dpt dtr yg msh punya hati nurani,pdhal sy cuma cari via internet dan sy hub rsnya via email,sy bilang sy mau cari dtr paru2 yg plg bagus,mereka rekomendkan 1 dtr yg setelah sy tanya ke teman2 di sing ternyata dia guru besar dan kepala bag pulmonologi di sing,banyak org2 di luar sana yg mau bantu kita untuk dptkan informasi,jd kl ada teman2 yg perlu,sy mau juga bantu untuk itu

sekali lg tdk bermaksud menjelekkan secara personal,makanya tdk sy tulis nama dtr2nya,dan siapapun yg butuh bantuan sy untuk dokter dan yg berhubungan dgn itu bisa langsung tanya ke saya,barangkali apa yg sy tau bisa membantu teman2 semua

poetry poet`