Pengalaman Memilih Rumah Sakit

January 29, 2008 by santamariacrb85

Sekedar berbagi pengalaman,bukan bermaksud mendiskretkan secara personal,mudah2 an pengalaman saya bisa diambil manfaatnya

Beberapa tahun yg lalu,ayah saya sakit,keluhan utama susah pipisnya,dan badannya panas,jadi suspek pertama ya radang saluran kemih

karena seperti layaknya bpk2,jrg mengeluh,papa hanya minum panadol dan bilang udh mendingan,tuh,udh keringatan dan panasnya turun,akhirnya krn sdh 2 hari tdk membaik kita bawa ke dtr,2 hari blm jg sembuh kita bawa ke rs pertamina,tapi krn memang rencana dibawa ke jkt,kita cuma semalem di sana,keputusan yg salah krn ternyata malah dtr yg di rs pertamina punya diagnosa yg tepat

 

atas rekomen sdr,kita pilih rs medistra,krn katanya system kerja nya team work seperti rs di sing,papa ditangani 3 dtr subspesialist,bukan spesialist lagi,ginjal,hepar dan paru2,krn ada sesak nafas

 

setelah 1 minggu keadaan papa malah tambah drop,semua fungsi organ drop,dan ke 3 dtr masing2 memberi obat2an,sekali minum 13 obat minum dan belum ditambah obat via infus,pernah sekali perawat bilang ke dtr,lho dok,dtr ini juga sdh ksh(mungkin lain merk),dtr itu bilang tdk apa,ditambah saja,papa sampai bilang org sehat saja minum obat segini banyak jadi sakit,papa sakit nelen obat segini banyak

 

yg mengesalkan 14 hari dirawat,ke 3 dtr itu ditambah dtr jaga dll tdk juga memberi diagnosa apa sakit papa,kl ditanya,jawabnya ya kita sedang diskusi,mengingat fungsi organnya turun,jd kita blm memutuskan apakah dari hepat,ginjal atau apa

terakhir,dtr paru2nya bilang paru2 papa ada cairan dan dia suspek kanker,kita shok abis,jd mulai kepikir pindah rs,tanya2 akhirnya sy dpt masukan untuk ke SGH,dgn tujuan dtr paru2 krn adanya perkembangan ini,dan kita langsung bilang ke mereka kl papa mau kita bawa ke sing,dtrnya msh saranin untuk bronkoskopi dulu,tapi kita tolak,jd kita cuma minta mereka kawal papa(ada 1 dtr mereka ikut papa ke sing,dgn bawa oksigen dll)

 

hari terakhir di medistra,obat2 infus mungkin sdh kepalang diresepkan dan belum habis,dgn hebatnya dtrnya bilang dicepetin saja infusnya,ampun,pdahal pasien mana mungkin mau tarik uang yg sdh keluar

bayangkan setelah sekian lama belum juga ketemu diagnosanya dan setelah sekian banyak obat2an msh tdk mau berhenti

 

begitu dateng di SGH,dtr bilang 99% bukan kanker,tapi untuk pastikan besoknya di bronkos,keluar diagnosa kl papa sakit pneumonia dan keracunan obat ,pastinya deh,mengingat sdh ratusan obat yg papa telan

oleh dtr diberi 1 antibiotik waktu itu baru keluar dan sehari memang dosisnya 1,ditambah laxative buat memperlancar bab jg buat buang toksin obat

3 hari kemudian papa keluar rs,dan berobat jalan,3 harinya lagi pulang ke indo sehat,puji Tuhan

 

Saya termasuk orang yg beruntung,mengambil keputusan secepat mungkin,jadi mudah2an apa yg saya alami jadi bahan pertimbangan di dalam memilih RS,krn tdk semua dtr msh punya dedikasi yg tinggi dan menjaga sumpah jabatan mereka,di luar sana banyak dtr yg hanya mengejar materi dan tdk perduli pasien bisa selamat atau tdk,yg penting kuras duit pasien sebanyak mungkin,pdhal kita sebagai pasien hanya mengharapkan kesembuhan,

 

sy beruntung bisa dpt dtr yg msh punya hati nurani,pdhal sy cuma cari via internet dan sy hub rsnya via email,sy bilang sy mau cari dtr paru2 yg plg bagus,mereka rekomendkan 1 dtr yg setelah sy tanya ke teman2 di sing ternyata dia guru besar dan kepala bag pulmonologi di sing,banyak org2 di luar sana yg mau bantu kita untuk dptkan informasi,jd kl ada teman2 yg perlu,sy mau juga bantu untuk itu

sekali lg tdk bermaksud menjelekkan secara personal,makanya tdk sy tulis nama dtr2nya,dan siapapun yg butuh bantuan sy untuk dokter dan yg berhubungan dgn itu bisa langsung tanya ke saya,barangkali apa yg sy tau bisa membantu teman2 semua

poetry poet`

Pendidikan Anak(4)

January 27, 2008 by santamariacrb85

[Ini diantaranya tentang lembaga test minat dan bakat, disini disebutkan contohnya : Spectrum- ed.]

Yg aku tahu Spectrum terdiri dari anak2 UI dan bagus, karena melayani jg anak2 dengan Very special needs. Phone 7486.3152 Alamatnya menyusul yah…file nya nyelip.

Anak ku yg ke satu dan ke dua juga yg terkecil pernah aku bawa konsult ke sana.

Tujuan aku : karena aku meragukan diri sendiri apakah aku benar dalam mengarahkan anak2 ku mengikuti sekolah dan kegiatan2 luar sekolah. aku pengen tau kemampuan talent dan IQ anak2 ku. Supaya gak salah salah banget jadi IBU…..

hasilnya :
anak ke satu… IQ normal saja. EQ nya juga biasa. hanya dia punya kelebihan SUPEL, luwes bicara (kaya SALES gitu) gak bakat di sekolah formal…mesti ambil yg KEJURUAN aja.
Aku pusing dan shock pertamanya…karena SMA kejuruan kan amat terbatas…….
Wah…mau jadi apa anak ini???begitu suamiku bilang….
Tapi aku segera menerima kenyataan ini…dan segera mungkin menolong anakku…
(waktu keadaan ini terjadi ada gejala yg tampak…anakku bertingkah berlebihan di sekolah…kata gurunya NO ATTITUDE, pembangkang dan amat kasar) pdhal di rumah dia anak gadisku yg penurut,sopan dan patuh….
HAHHHH???? aku jadi malu sekali…suamiku jg jd BETE ama aku.
WHAT ???
Tapi dengan sopan kami minta maaf pada guru wali kelas nya…
Dan bergegas mencari jalan untuk menolong dia…
karena saat itu pula dia ada di rangking 5 terakhir…di kelasnya…sungguh kasian melihat nya stress karena ulangan umum tinggal 2 weeks lagi, sedangkan raport bayangan dia amat tidak baik…
Padahal aku udah begitu banyak meluangkan waktu bersama anak ini untuk mendampinginya belajar…juga les…mencari guru2 les  yg bagus.
Akhirnya aku tidak lagi memaksa dia untuk ngotot belajar…aku suruh dia lebih relax mempersiapkan ulangan umum terakhir kelas 1 SMP. akhirnya dia bisa naik kelas juga…meski penuh angka merah…naik karena dispensasi…(sekolah KATOLIK)

Dengan mempertimbangkan bahwa dia tidak nyaman dan agak tertekan..aku harus mengeluarkan biaya EXTRA besar memindahkan ke sekolah international yg lebih enteng…
bayar uang pangal lagi..dan mengembalikan rasa PEDE nya dulu…
Di seklah ini dia juara bahasa Inggris,  terbaik di komputer dan amat dihargai SKILLS masing2 anak. Di olahraga, di Science, di Math atau ART….music…
Di sini dia amat di hargai..guru nya tidak memojokkan dia..
Dan stelah 2 tahun…dan dari hasil test Minat bakat…aku memasukkan dia ke SMIP pariwisata Laurentia serpong. Bukan yg Sekolah Formilnya…
Puji Tuhan sampai saat ini dia Oke…. april ini lulus da akan sekolah ke CHINA (Kalo TUHAN MENGIJINKAN).

Untuk anakku yg ke dua..karena IQ dia tinggi…dia bisa sekolah yg Jurusan Medical, Tekhnik
malah ARt juga boleh…music juga bisa. (agak genus hasilnya)
Dia aku kasih les MAT tambahan mengikuti tenpat kurusus nya anak2 KPS BPK penabur. yg standard mathnya tinggi…(atas nasehat dr SPECTRUM)
(hasilnya di BINUS Simprug anakku dengan mudah meraih angka terbaik di MATH)
Sejujurnya ada kekurangan BINUS yg menonjol, yaitu standard MATH yg agak terlalu mudah untuk anak ASIA (INDO dan SINGAPUR).
Anakku ini Ternyata untuk EQ dia amat rendah..
Sehingga akhirnya anak ku yg NO 2 inilah yg menjadi KASUS dan perlu terapi…
(aneh kan?????) IQ tinggi nya akan sia sia…..
kelak bisa jadi bukan siapa2…nah lo….

Ternyata aku baru sadar diri, bahwa benar hasil analisa para ahli tsb bahwa AKU yg membuat anakku ini terjadi GAP antara IQ nya dan EQ dia..dan itu sangat tidak baik untuk perkembangan jiwa dia di masa selanjutnya…
Anak ini terlalu adore aku, tergantung banget…tidak PEDE, tidak bisa mengambil keputusan
dan saking tetutup dan pendiam nya dia bisa gampang stress dan frustasi…
Dan bisa kacau..krn JOMPLANG antara IQ dia yg ketinggian dan EQ nya yg kerendahan….
kalo liat tampilan luar anak ku ini…orangnya lembut…kalem..sabar…dan matang…
Tapi hasil resultnya…wahhh dia masih baby banget….Gawatttt…

Waktu lulus TK TARAKANITA PLUIT, anakku belum umur 4…jadi aku di panggil suster kepsek untuk mengulang TK BESAR… suamiku marah….
Jadi coba2 daftar GANDHY…ancol…dan di terima…
Alhasil jadilah dia KEMUDAAN…dan inilah awal yg tidak baik untuk USIA SEKOLAH…
Kecil2 masuk TK…jadi repot karena setelah kelas 4-5 baru timbul masalah…secara IQ dia mampu tapi secara SOSIAL dia masih kemudaan di banding teman2 nya…
Jadi lah dia kuper dan pemalu….meski pintar..tapi tidak menonjol…Minder…
Karena melihat dia murung terus…aku mencoba konsultasi dan memindahkan nya ke sekolah lain…aku HUNTINg ke lebih dari 10 sekolah national plus dan International…
Dan memutuskan masuk BINUS…. Tapi…ada saja kelebihan dan kekurangan sebuah sekolah..
Secara akademis…di binus anakku berkembang amat baik..juga talents dan skills nya..amat di EXPLORE di binus…ACTIVE LEARNING…bahkan ke guru seperti TEMAN saja.

SEJUJURNYA….
Kelebihan Binus hanya di IT dan pengembangan skills, talents, dan pembinaan anak untuk bisa tampil sebagai leader, sebagai pembicara, dan sebagai Pengkritik…
Hasil nya ????
Yah kita bisa raba…ada bagusnya …karena anakku jadi berani tampil dan tidak PEMALU atau kuper lagi…Dia Hepi…mantap…mandiri dan selalu ceria…tidak murung lagi….

Kurang nya??
Sering men DEBAT kita…selalu bertanya dan minta jawaban yg reasonable untuk larangan2  atau peraturan2 yg kita buat. Kadang kesannya jd ngotot..dan suamiku agak tidak suka…karena di rasa tidak sopan…..untuk ukuran kita.
Tapi..itulah hasilnya…

Drama di panggung atau main Piano memaksanya berani tampil…
Tiba tiba saja dia bisa mengambar dengan amat BAGUS…(sebelumnya TIDAK bisa)
Dan kemampuan IT yg mengagumkan….yang aku kadang diam2 salut….

Anakku ini terapi selama 8 kali untuk menyeimbangkan IQ dan EQ nya…
ku jalani PLUIT – BINTARO setiap sabtu…
Dan hasilnya better lah…membantu nya mengatasi diri….
dan melepas ketergantungan nya pada aku….

anakku yg ke tiga…Cowok 7 thn
Stelah dia lhir usia 8 bln…tahun 2000 aku memtuskan untuk BEKERJA kembali…
dan meninggalkan dia bersama MBAK.
Karena aku tidak FULL TIME. kerja.aku masih bisa mengurusnya dan sambil bekerja aku sering pulang. Sampai dia usia masuk play group umur hampir 4 thn (lebih tua aku masukkan) aku melepaskannya tanpa mbak atau nanny..drop dia, aku bekerja…istirahat aku pulang jemput dia (kadang telat) dan dia sabar menunggu aku jemput sampai seklah sepi…
aku bener2 cuek sama anakku lelaki ini…
sampai batas dia masuk SD aku daftar kan dia ke BINUS dan hasil nya…dia sangat mandiri…
mungkin karena aku agak cuek padanya.

Aku pernah jg cek dia di SPECTRUM…
IQ nya di bawah kakaknya yg kedua…(aku sedikit kecewa…karena dia kan laki2)
Tapi EQ dan IQ dia amat seimbang….
Dia lah yg masuk katagori sempurna…
Kelak anak ini akan dapat mencapaii keseimbagan IQ, EQ dan AQ secara otomatis….
Dan akan mampu dengan mandiri menyelsaikan konflik dan mengambil keputusan, menjadi leader, dan membangkitkan diri dalam suatu kegagalan…(ADVERSITY??? AQ begitu katanya singkatan nya)
Apa bener.hasil para ahli ini …???walahuallam…setidaknya aku jadi gak BUTA lagi tentang standard ke 3 anakku…
AKURASI test nya..aku juga gak tau…belum pernah cek ke tempat lain..

Reissa

Pendidikan Anak(3)

January 27, 2008 by santamariacrb85

Suatu hari kami pernah dengar (dari pemilik sekolah Diaz -anak kami yg kecil)
yang mengatakan bahwa anak2 kita sekarang adalah calon2 pemimpin masa depan.
Oleh karena itu masa kanak2 nya mereka sekarang ini kita bantu untuk menjadikan
mereka terhindar dari ‘tekanan2′- , lingkungan dan orang tua/keluarga/sekolah…Dan
mendapatkan sebanyak mungkin pengalaman berharga dalam hidup ini.

Kasian juga kalo anak2 mengalami STRES.
Contoh hal ini = Ada kawan kami di Balikpapan, punya 3 anak, ortu nya menekan-
kan pada yg sulung (laki) untuk kuliah di ITB dan berharap jadi Ir sukses, kalo bisa
ya nanti lulus menggantikan bapaknya yg Ir..tapi apa setelah 2 semester??? Anaknya
ini jadi stress, kaya orang linglung..dan dipulangkan karena gak bisa melanjutkan kuliah,
kasian kan dia jadi korban ambisi orang tuanya..

Dan juga berusaha agar anak2 kita dapet pengetahuan praktis/pengalaman sehari2 yg bukan pelajaran
di sekolah yg adalah nyata di sekitar hidupnya-mis ttg perbedaan status sosial/agama : kunjungan ke
rmh ibadat, ketidak sempurnaan fisik: kunjungan ke rmh cacat, tau proses daur ulang bahan sampah
jadi berguna,mengenal alam : camping/homestay dengan penduduk asli..dan banyak hal lain lagi
yang bisa dibagikan pada anak kita sebagai bekal pengetahuan anak2 kita SELAIN DIPUPUK UNTUK
GEMAR MEMBACA.. –>sekedar info :penget2 praktis ini masuk program tahunan di sekolah ISKL-
Internat.School of KL -tempat sekolah Calista -anak kami yg besar.

Sama juga dengan tanggapan teman2, saya setuju bahwa :

1.Adalah menyenangkan melihat anak2 bisa menikmati masa kanak2nya.

Kami tidak pernah memaksa supaya anak2 menjadi juara kelas atau terhebat di kelas,
karena saya sendiri waktu kecil juga gak pernah dipaksa untuk jadi juara kelas..(yang
pada kenyataannya emang kagak bisa juga jadi jawara..he..he..), dan ortu saya pun gak menyuruh
saya les pelajaran untuk nambah pinter..Mereka -bapak ku walau peg. negri tapi membuat
kami anak2 nya bisa cukup MENIKMATI MASA KANAK2 kami.Tapi dalam hati sanubari saya
tetep ada rasa TANGGUNGJAWAB bhw saya mesti belajar baik,kerjain PR, lulus kuliah…
Saya waktu SD cuma minta ikut les nari dan musik kolintang dan ini menyenangkan..–> juga
ternyata memupuk percaya diri .
(maka waktu kls 2 SMP saya dan Iin sempat nyumbang tari sunda waktu acr perpisahan
kelas 3 / ada yang masih inget gak? = album fotonya mesti di bongkar di Bandung… ).

2.Kami berdua bahagia kalo anak2 kami BAHAGIA,…cukuplah itu.

Apa aja yang membuat anak2 bahagia? Mungkin banyak hal2 kecil yg bisa kita lakukan ya..
Salah satu/dua hal yang kami berdua lakukan adalah : misalnya mendengarkan cerita hari itu saat makan
malam..lucu2 kadang cerita2nya..–> kita berusaha tau isi hati nya dan mendengarkannya: seneng, sedih,
gundah,dll hari itu..misalnya gak memaksakan kehendak kita saat ada pilihan, ch ekskul nya.dll.–> sambil
kita berusaha menggali hobby/kesukaannya..
misalnya menata cara teguran/cara marah kita jika suatu waktu terjadi…kami sedari dulu,sejak sebe-
lum nikah dan asal keluarga kami msg2 gak kenal kekerasan fisik dalam keluarga, maka sejak kami punya anak
kami gak pernah ada kekerasan fisik,cubit sekalipun..abis gak tega..: lha anak2 kita itu kan bukan milik kita,me-
reka itu Tuhan yang punya..(dan saya pribadi gak tega soalnya inget ama suami yang baik yang adalah bapaknya
..darah nya…). TAPI..ada tapinya…ternyata kata2 dg nada tinggi saat kita marah pun itu bisa bikin sakit hati…
Sulit juga ya ngatur cara marah…–> ini buat menghindari luka batin anak2 kita. Saya kalo udah keluar ‘nada tinggi’
biasanya terus ditegur sama suami,dan dia kasih solusi… he..he…(suami ku emang selain jadi suami,dia juga
sahabat, pacar, dan guru -dalam hal pendewasaan iman dll, aduh bukannya aku nyombongin sesuatu ni ya..tapi
emang bener apa yg Nene bilang..: “Lucas dari kecil emang baek..pasti kamu juga baek sama Elsa sekarang..”
Jadi terharu deh, tapi emang aku ber-kesaksian ini bahwa disamping kekurangannya sebagai manusia, aku sering
dalam hidupku merasa Tuhan hadir melalui kehadiran suami. ==> Boleh juga kapan2 kita diskusikan soal komuni
kasi suami istri ya..kita sharing pengalaman berumahtangga,hubungan dengan pasangan hidup..supaya
hidup kita jadi lebih berwarna..Wah jadi ngelantur jauh dari topik semula ttg pendidikan anak2….sorry..

Sebenernya masih ada yang pingin ditulis mengenai pendidikan anak2,tapi cukup dulu sekian ya..
Mohon maaf kalo ada yg tidak berkenan.. tujuan kita saling sharing, bagi/tuker pengalaman ya..

Elsa Lucas .

Pendidikan anak

January 26, 2008 by santamariacrb85

Dengan kondisi 3 anak seperti aku, emang pusing banget milih sekolah yg tepat.
dan pas untuk anak kita…

Kalo menurut aku…
Untuk menentukan Pilihan sekolah berbalik pada keadaan dan kemampuan anak kita,
waktu anak yg besar Cewe, kelas 5 SD aja udah ketahuan dan berasa sekali kemampuan dan konsentrasi belajarnya…
Waktu itu amat sulit menerima kenyataan bahwa dia agak TELMI (kasarnya) padahal yg namanya LES…dari senin – Sabtu Full…
(jadi terbalik bukannya SEKOLAH supaya PINTER tapi LES supaya bisa mengikuti PELAJARAN Sekolah) Kalo bgt LES aja gak usah SEKOLAH kan???
Namun di jamannya dia baru LAURENTIA dan GANDHY yg berani buka NATIONAL PLUS. (PELITA HRPAN jauhhhhh dan MAHAL SEKALI)
Tapi di LAURENTIA pun anak ku keteteran…sampai DOWN berat…karena rank 35 dari 40 murid….(Mampus gue) rasanya aku dan suamiku sakit banget terima ini, karena anak itu tampangnya dan tampilannya Smart lho… Jadi karena di sana dia tertekan…aku pindah ke UNIVERSAL SUNTER…berbahasa Inggris…(Di sini rasa PEDE nya timbul kembali….)
Banyak orangtua yg mungkin TIDAK PEKA sama TALENT DASAR anak2 kita sendiri…
Pada akhirnya aku tau bahwa anak ku amat berbakat Di BAHASA dan KOMPUTER
untuk BAHASA INGGRIS DAN MANDARIN telah dia dapat award dan nilai 100, juga Komputer… tapi semua pelajaran lain cuma 6 karena katrolan….
MAKKKKKK….untuk terusin SMA biasa pasti dia gak mampu, anakku bisa GILA…
Lalu aku test MINAT dan BAKAT…dan resultnya dia SEKOLAH DI SMIP LAURENTIA,
SEKOLAH PARIWISATA (dan dia amat enjoy….bahagia sekali….dan berprestasi di sekolahnya…Dia yakin PEDE sekarang setelah bertahun2 terpuruk dalam rasa rendah diri) Aku juga amat bangga dan bahagia….tahun ini dia lulus dan nilai IELTS nya perfect untuk bisa ke LN…(UNI) PUJI TUHAN…jurusan nya PARIWISATA….
kadang suamiku agak meremehkan jrusan ini…TAPI AKU YAKIN aja….

KEBETULAN NYA…
Saat saat itu aku BISA menemukan solusi tepat untuk anak ku….

ANAK KE DUA (CEWE JUGA) sekarang 12 tahun grade 8 (2 SMP)

Waktu lahir aku susah sekali mengeluarkan dia…jadi agak berlebihan mencintainya..jadi nya dia agak amat tergantung pada AKU…
Kalo dia memang amat PINTAR dan CERDAS…kalo belajar 30 menit aja semua HAPAL dan nilai2 perfect…jadi DI GANDHY dia dengan mudah dijalaninya.
(Aku pilih GandHy karena anakku yg ke dua ini umurnya kurang untuk masuk TARAKANITA ATAU KPS ATAU IPEKA mereka gak mau terima SD nya.waktu tahun 1999 cuma GANDHY yg aku tahu BILINGUAL dan ada dispensasi UMUR juga
krn agak dekat rumah ANCOL ke PLUIT )
Dia Pintar di PELAJARAN….TAPI…….ranking nya 5 besar terus..
DIA amat pemalu…..pendiam….sunyi senyap… GAK GAUL….KUPER.Karena GANDHY gak terlalu banyak aktivitas pelajaran ACTIVE LEARNING masih agak konservativ…mirip2 sekolah Kristen dan katolik (longgar dikit doang) Tidak banyak memberinya dorongan utuk tampil di Muka publik jadi makin pendiam aja dia.
Beda banget sama kakaknya…yang ceria…dan rame meskipun tidak Smart…

Karena Ada alasan KHUSUS…begitu banyak… Juga,
(Keponakan2 dari suamiku sekolah nya di BINUS SIMPRUG) maka aku pindahkan anakku ke dua ke sana padahal jauhhh dari Pluit)
Memang JAUH dan agak Berat biaya untuk dia sekolah… tapi hasil nya buat anak ku amat luar biasa…dia jadi ceria…bahagia…IMPROVED…talent nya yg lain ter explore dengan maksimal…di BINUS…sungguh membanggakan…
Meskipun aku dan suamiku harus hemat…tapi rasanya PUAS melihat anak ini berkembang MAXIMAL di sana….
(Ini bukan nya aku GAYA2 an atau ikutan orang untuk sekolah biaya Tinggi LHO..)
Tapi semata bener2 karena ada alasan2 yg tentunya tiap orangtua PUNYA dan pastinya BEDA2 untuk tiap2 anak meskipun untuk SIBLING CHILD….
Aku jalani semua dan pikul berat bersama suami ku…

Dan satu hal…
Yang Paling tahu…paling sensitif thd KEMAMPUAN anak kita adalah IBUNYA…
Jadi bagaimana kita sebagai ibu tahu persis KEBUTUHAN anak kita..
GAK USAH jauh jauh dulu ke 10 tahun mendatang…atau 7-8 thn yad….
Yang SEKARANG paling anak kita butuh kan itulah yg kita pegang untuk mengambil KEPUTUSAN…

SARAN2 :
1. PERASAAN BAHAGIA anak kita….
bangun pagi…semangat 45 menyiapkan diri untuk brangkat ke SEKOLAH….
Mencintai hari harinya… Kalo dia Ngadat melulu….berarti dia STRESS sekolah
disitu, jadi begitu pindah grade…SD ke SMP…pindah lah….yg sesuai untuk dia..

2. Waktu kita meninjau sekolah BARU…dia merasa sreg..dan nyaman…Krasan…

3. Jarak sekolah dan rumah…(jangan jauh2Yg ini agak jadi TROUBLE utk anak2ku)

4. Dana/budget (gak berarti Mahal BAGUS…International bagus..Katolik bagus atau
jelek…) semua SEKOLAH ada KELEBIHAN dan KEKURANGAN nya…
Apa semua anak lulusan CANISIUS KAYA semua??ada juga orang crb yg gak
lulus KAYA juga ada kan???
jadi biar SEKOLAH Murah tapi anak kita berkembang dan senang…WHY NOT??????

5. PEDE… jangan gampang terpengaruh orang lain…(LES lah…kursus lah)
mantap ama prinsip dan cara mendidik anak kita.
Tiap anak adalah milik TUHAN..Dan kita IMAN i saja bahwa TUHAN PUNYA
RENCANA yg indah buat tiap2 anak kita….
Yg penting kita membimbing…mengarahkan…Dan MENJADI CONTOH NYATA
dalam PROSES KEHIDUPAN nya.
6. MENERIMA kenyataan tentang keadaan dan KEMAMPUAN anak kita. Yg ini
tidak gampang yah…..Sulit terima kenyataan….
7. Mendisiplin kan anak…jam belajar, nonton TV, maen, olah raga, rekreasi,
jam bangun, jam makan, dll
(Kita harus mau rela berkorban untk tidak nonton TV juga)
Kalo RUTIN… kita latih..dan jalani…maka gampang buat mrk untuk kita arahkan.

Siapa sih orangtua yg tidak punya IMPIAN INDAH untuk anak nya????
YANG TERBAIK….kita akan lakukan untuk anak kita…
TAPI…KITA harus tau bahwa YG TERBAIK menurut KITA, belum tentu TERBAIK Buat anak kita.
Aku juga udah menjalani sejauh ini untuk memberi yg TERBAIK buat anak anak ku…tapi aku tidak tau bagaimana KELAK….saat ini yg utamanya lagi adalah DOA2 setiap waktu untuk anak kita…
karena mereka cuma titipan….dan kita orang yg TUHAN PERCAYA untuk menjadi ORTUNYA…

3 hal penting selain IMAN untuk menjadikan anak kita jadi orang yg mandiri dan Sukses…

1. I Q Intelectual Quality
2. E Q Emotion Quality
3. A Q Adversity Quality

Bukan cuma IQ dan EQ saja tapi harus juga ada AQ….. Dan Iman
dan semuanya itu haruslah Balance…..
Semoga Berguna…

Memang Pusing…menentukan yg terbaik untuk anak kita…
tapi every DECISION pasti akan ada pula resiko nya… kita tanggung jawab juga..jangan takut salah….insting…naluri ortu…gak salah…

SALAM SELALU BUAT SEMUA…. REISSA

ira gen melu JEEHHH…!!!

January 24, 2008 by santamariacrb85
Menarik juga kalo kita punya buletin, jadi polemik juga yah cari nama, sampe2 Endro dadakan serius. Usulan aja gimana kalo kita kasih nama buletin kita “JEEHH” aja. Yang arti katanya ga jelas (barangkali temen2 ada yang tau artinya), mungkin cuma kata pelengkap aja. Tapi kata apapun diakhiri kata jeehh pasti jadi Cerbon banget. Ex: Priben Jeehh, Waras Jeehh, Mengkonon Jeehh, Beli Jeehh.
Nostalgia waktu baru2 kita kuliah di Jkt nih, kita serombongan penuh anak2 cerbon naik Kijang kapsul, cari makan di sekitaran Mangga Besar (waktu itu baru2 adanya ‘Pujasera’). Problemnya disana padat, crowded, parkirannya susah. Sampai2 parkirannya hrs cari di jalan2 kecil di samping dan belakang pujasera, itupun parkirannya paralel 1 jalur biar bisa cukup buat jalan lewat kendaraan di sampingnya, mana pinggirannya ada gotnya lagi. Nah parkirnya harus mepeeet banget dengan pinggiran got yang udah mampet, item, bau, berminyak lagi abis kios2 warung pujasera sisa masakan dan cucian semuanya di buang ke got sana. Waktu kita berhasil parkir yang sepepet-pepetnya, kita pada terburu-buru berebut turun (udah laper berat). Yang duduk deket pintu seorang temen aslinya dari cileduk, maen buka pintu langsung keluar aja dari mobil. Yang terjadi selanjutnya dia langsung turun kecebur ke got yang bau tadi. Dia kaget sempet berdiri bengong aja didalam got yang tingginya selutut dan dari mulutnya hanya keluar satu seruan yang keraaas, panjaaang dan lamaaa : “JEEEHHHHHH…….!!!”
Kita ga ada yang nolonging cuma ketawain dia, lebih geli lagi ada engko2 lewat dan nyamperin ke samping mobil sambil komentar : ” Cung, bocah Cerbon ya. Jeehhe dawa pisan “. Udah gitu si engko ngeloyor pergi.
Sang temen karena tengsinnya langsung naek lagi ke mobil dengan belepotan dan bau, dan maksa yang bawa mobil pulang ga jadi makan. Jadi kita pulang dengan perut laper ditambah ketawa sepanjang jalan, kena belepetan dan ngerasain parfum aroma teraneh dan terbau pula. Hee…Hee…. Hedy inget belih kih, ira gen melu JEEHHH…!!!
rgrds,
agie

Carut Marut Sekolah Katolik (4)

January 24, 2008 by santamariacrb85

Membaca tulisan teman2 subject “breaking news !!” sepertinya
enak dijadikan sebuah diskusi mengenai pilihan sekolah bagi
anak kita. Saya agak sependapat dengan tulisan Heddy di bawah
dengan alasan2 saya sbb :
1. Kita sebagai orang tua mayoritas yg saya lihat terlalu
memaksa kehendaknya, memaksa anak utk sekolah di sekolah yg
bagus (fasilitas2 dll nya lah…), memaksa anak utk SEGERA
menjadi anak yg pinter, Memaksa anak utk segera menjadi Juara
terus menerus setiap semester/kwartal.Tapi disisi lain kita orang tua lupa apakah daya ingat (otak)
dan kemampuan lain2 dari si anak bisa menggapai semua yg
diberikan apa gak? saya sih kasihan lihat anak yg terlalu di
push utk jadi hebat sesuai kehendak orang tuanya.
2. Saya pribadi lebih suka lihat anak2 tuh mulai dr umur 3-6
tahun ya main2 aja..sesuai dengan umur anak yg masih suka main,
sambil sedikit2 belajar mengenai lingkungan, benda2, dll. Saat
masuk SD juga saya lebih suka perkembangan anak dari sisi EQnya
dulu, nanti saat menginjak kelas 4 baru dah IQ mulai di asah.
3. Kadang2 paksaan ortu terhadap anak utk segera pinter dengan
memaksa anak utk ikut les juga merupakan sebuah upaya yg
terpaksa dilakukan supaya anak2 tdk ketinggalan dibandingkan
teman2 sekelasnya.
4. Jika anak2 sudah sampai ke jenjang masuk SMA ini juga
pilihan yg sulit bagi ortu yah, pasti ada dilema dan conflict
of interest antara ortu dan anaknya, jika selama si anak EQ nya
dah bagus, dia mungkin akan menolak kehendak ortunya utk masuk
di sekolah favorit ortu, saya sih someday jika anak2 saya dah
mau masuk SMA, kita sbg ortu hanya memberikan informasi sekolah
mana saja yg dikategorikan bagus, bila perlu diberi pengarahan
misalnya kalau masuk ke BPK pelajaran2 berat, saingan dg murid2
lain berat, ulangan2 susah, dll, nah kira2 si anak mau gak utk
sekolah di situ, jika EQ & IQ si anak memang pinter pasti dia
menyukai tantangan persaingan utk menjadi anak pinter ke
sekolah itu.
5. Tp banyak fenomena pendapat ortu bahwa “siapa sih yg gak
pengin anaknya pinter, siapa sih yg gak bangga anaknya jadi
juara kelas/bintang kelas, dll sejenisnya” lalu kalau si anak
selama masa sekolah dari SD-SMA selalu juara kelas apa kah
nanti setelah dewasa akan tetap pintar or malah cuma jadi ibu
rumah tangga saja ? (sorry neh khususnya bagi cewe). Or bagi yg
cowo apakah anak yg pinter akan pinter juga dalam
bersosialisasi dengan lingkungan atau keadaan disekitarnya, jgn
sampai malah menjadi kutu buku, telat kawin, dan kuper krn
kebanyakan belajar jadi gak gaul.
6. Coba saja sebelum memaksa kehendak kita utk menyekolahkan
anak2 sebaiknya dibicarakan dengan si anak sendiri, dimintai
komentar si anak, krn anak lah yg akan menjalankan masa2 di
sekolah.
7. Pilihan yg mana yg harus dipilih ke sekolah katolik or
kristen sebaiknya ortu juga harus memikirkan pengaruh agama apa
yg terbaik utk si anak saja, kl anaknya suka katolik ya jangan
di paksa masuk sekolah kristen demikian sebaliknya.
dah ah…kepanjangan….makin keder sing baca….tulisan ini
hanya sekedar sharing saja, gak perlu dibantah benar or
salah…enjoy aja lagi….
San,

Carut Marut Sekolah Katolik (3)

January 22, 2008 by santamariacrb85
Dari semuanya menurutku ada satu hal yg terpenting yaitu “Introspeksi kedalam” maksudku lihat dulu kemampuan dari anak kita masing-masing ….karena ada satu “kasus” yang menimpa teman anaku di sekolah … anak itu selalu nangis kalau diajak ke sekolah (III SD).
Setelah diketahui penyebabnya, ternyata dia stress dan malu dengan teman-temannya karena merasa hasil ulangan selalu yg terjelek dari teman2x yg laen…lalu dengan terpaksa Orang tua nya memindahkan anak itu ke sekolah yg laen yang menurut ku bukannya “mutunya” lebih rendah tapi tepatnya Sekolahan yg lebih “cocok” untuk anaknya.
Ternyata si anak sampai saat ini lebih bisa berkembang secara maksimal baik segi mental dan intelektualnya ….(Heddy)

Carut Marut Sekolah Katolik (2)

January 22, 2008 by santamariacrb85
Rasanya segala kekurangan dan kelamahan yang terjadi pada sekolah Katolik yang tercinta ini, memang ditangkap secara cerdas oleh kompetitor sekolah-sekolah lainnya, apalagi harus diakui orang tua sekarang jauh lebih well educated, kritis, dan memang lebih mau turut campur day to day dengan perkembangan anaknya di sekolah. Emang jauh ya ama kondisi bokap nyokap kita yang terlihat lebih pasrah dan mempercayakan 100% perkembangan anak-anaknya ke sekolah, kalopun terlibat paling-paling sejauh antar jemput sekolah, dan “say hai” to the teacher, that’s all, terus pas terima raport ya lebih nrimo apapun hasil yang ditulis oleh si guru kelas.
Jaman sudah berubah, metoda pengajaran tempo dulu, mengalami perubahan pesat, bahkan kita sendiri sampai terbengong-bengong betapa jauhnya stressing kurikulum tempo dulu dan masa kini. Dan yang mengherankan sekolah “K” (KatoliK) istilah si Lucas, agak enggan mengikuti perkembangan jaman dan dunia baru, so dengan style orang tua masa kini, metoda pendidikan seperti itu yang membuat jadi ngga matching dan banyak sekali menimbulkan ketidakpuasan di sana sini.
Di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, kelemahan sekolah “K” dilihat sebagai peluang bagi sekolah-sekolah baru lainnya baik lokal maupun afiliasi dengan asing untuk tampil dengan konsep baru pendidikan modern, dengan predikat macam-macam, mulai National Plus hingga International School yang mengambil kurikulum Singapore, Australia, Inggris, USA dll, dengan bahasa pengantar bilingual (Indonesia – Inggris) hingga yang trilingual (Inggris, Mandarin dan Indonesia), dengan guru-guru yang native speaker. Hm . … …. hm. …… sangat menjanjikan.
Terobosan sekolah-sekolah pendatang baru memang tergolong sukses, dan dari kacamata bisnis memang menguntungkan, meskipun kudu mendatangkan guru-guru expat yang bayarannya ga kalah ama gaji seorang manager yang berpengalaman. Makanya ketika saya mencoba mulai merintis usaha pameran pendidikan sejak 3 tahun lalu di daerah seputar Mal Puri Indah dan Mal Taman Anggrek, responnya luar biasa.
Ga pernah kebayang sebelumnya di Indonesia cari sekolah lewat pameran-pameran di mal-mal mewah, sambil shopping dan makan. Jadi memang pendatang baru memiliki strategi marketing khusus dalam menarik minat calon muridnya untuk datang mulai dari memiliki divisi marketing sendiri dalam struktur organisasi sekolah, membuat open house, ikut dalam pameran-pameran di mal dan convention center, bikin brosur, pasang iklan hingga ke pasang billboard-billboard gede di jalan-jalan utama di Jakarta.
Strategi itu memang berhasil, karena walaupun belum terbukti, orang tua muda masa kini, lebih mantap untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. Bahasa Inggris dan mandarinnya bisa nyerocos, dan metoda belajarnya bikin anak-anak fun dan ga stress.
Nah dari sekian banyak sekolah-sekolah uzur yang ada memang harus diakui sekolah Kristen memang lebih inovatif dan kreatif dalam menyiasati kemana sekolah mereka akan dibawa, diantaranya muncul IPEKA High, sekolah International school yang bahasa pengantarnya 100% Inggris dan mandarin, dan BPK yang punya beberapa spesialisasi dan pengelompokan bagi anak-anak yang punya bakat dan intelegencia khusus untuk percepatan pembelajaran, sehingga ga perlu harus menunggu 3 tahun untuk lulus SMA.
Sekolah-sekolah Kristen pun memang lebih tanggap dalam strategi promosi, melalui divisi humasnya mereka membuat terobosan untuk turut serta dalam kegiatan pameran, open house, dan yang pasti beberapa kali Public Relation (PR) yang bagus melalui kemenangan berturut-turut siswanya dalam olimpiade fisika, matematika dan biologi.
Hm …….. so …………… Memang sekolah K, memang ga boleh jalan ditempat dengan retorika kejayaan masa lampau, semua memang sudah berubah. Dan saya rasa pada kesempatan reuni akbar Santa Maria ke 50 di Cirebon 17 Agustus 2007 lalu, semua unek-unek dan masalah yang kita bicarakan bersama ini pasti sudah disampaikan ke pihak yayasan melalui suster Agustin secara langsung, tul ga Ris ?? Kalao ga salah Rismana termasuk salah satu panitia yang ikutan dalam forum temu alumni dengan pihak yayasan. Tapi tidak lanjutnya saya kurang tau, mungkin Rismana bisa sharing dengan kita-kita.
Jadi buat Anti, ga masalah koq, jangan ragu-ragu koq untuk tetep menyekolahkan di ex sekolah kita dulu, toh bagaimana pun meskipun ada kelemahan di sana sini toh sekolah kita di Cirebon masih diakui sebagai one of the best school in Cirebon toh …………….. sambil kita-kita para alumni, jangan bosan-bosan untuk menyuarakan input untuk kebaikan bersama .
Semoga
Hermas HH

Carut Marut Sekolah Katolik

January 22, 2008 by santamariacrb85

To tell the truth, gina ga sreg msk santa lg, ada cth yg bikin ganjel sbb : jamannya cashless, tapi bayaran skola mau transfer ato i-bank ga bisa, dibela2in ngantri, kan ga praktis. Belum lg kondisi kelas yg ga nyaman, white boardnya ngelendong dan sangat silau (bikin rusak mata) dan jg St. Maria kurang inovatif dibanding dg BPK. Menurut Barkah gimana? Emang rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau ya…. maka dr itu spy umput rumah kita terlihat lbh hijau, mendingan kita pindah ke rumah tetangga? Akur tah? (Agin)

Menarik sekali pendapat gina, aku juga punya pendapat yang hampir mirip , cuma menurutku , hal ini bukan cuma santa maria saja, tetapi sekolah katholik pada umumnya.

Manajemen sekolah katholik pada umumnya menurutku kalah di bandingkan dengan sekolah kristen sperti BPK dan Ipeka (?), hanya sekolah katholik tertentu saja yang bisa dibandingkan dengan sekolah kristen.

Sebagai contoh, dalam penerimaan murid baru, yang saya tahu, kalau sekolah seperti BPK, sudah menentukan harga pasti untuk sumbangan, tetapi kalau sekolah katholik masih dengan cara tawar menawar (dengan cara ini mulailah berbagai jurus dikeluarkan agar dapat murah ,.. bener gak ?).

Biasanya Dalih yang dikeluarkan pihak sekolah adalah subsidi silang, tidak ada yang salah dengan subsidi silang, cuma apakah dengan pola tawar menawar ini masih effektif di jaman ini ?, karena dengan pola tawar menawar ni menjadi subyektif sekali.

hal lain adalah soal fasilitas dan kualitas, dan berapa besar yayasan mau konsentrasi di kualitas ?, kemarin aku terkaget kaget pada saat mendaftarkan anak ke sd tarq, dengan bangunan yang tdk terlalu besar dia menerima 5 kelas murid baru dan tiap kelas 40 anak, kebayangkan ?, pertanyaan saya adalah apakah sekolah ini bener bener memperhatikan kualitas bukan hanya jadi sapi perah untuk yayasannya ?

dah ahhh, kalau ngomong soalh sekoalh katholik suka gemes, ntar kepanjangan . oh ya banyak temenku yang akhirnya seperti gina, yang pindah deh anaknya ke bpk atau ipeka… benera benar sekolah katholik harus berubah paradigma mengenai pendidikan. (Vincentius A G)

coba deh kita jangan melihat minusnya melulu pada sekolah katolik, bagusnya sekolah katolik kalu orang yang engga mampu  ada tenggang rasa.
sedangkan kalu sekolah kristen tidak pandang bulu pokoknya kalu  ia minta 5 juta yah tidak bisa kurang,  tapi  enaknya kalu untuk orang yang tidak bisa tawar menawar (seperti saya)  ngga usah pusing2. (engelina.liana)

Anak2ku sekolah di sekolah katolik. Ada untungnya saya anggota komite sekolah jadi tau lah dikit2 persoalan di dalam. Masalah uang masuk yang selalu tawar menawar memang khas sekolah katolik yang bernaung dibawah “paroki”. Sanmar di cirebon kan di bawah paroki st. Yosep. Nah, sekolahku juga dibawah paroki. Jadi aturan main uang pangkal, pastor2 paroki punya andil banyak. Mereka lah yang TIDAK MAU uang pangkal disamakan. Bisa dimengerti karena dasar kehidupan yang dianut yaitu “menolong orang”. Untungkah, setelah perdebatan beberapa tahun, akhirnya sekolah anak2 juga sudah menerapkan uang pangkal yang sama. Untuk orang2 yang notabene kurang mampu baru diperlakukan khusus.

Kalo persoalan di mana sekolah katolik masalah fasilitas dll, sering kali ortu juga kadang2 kebangetan. Mau fasilitas lebih, tapi uang sekolah kaga mau mahal2. Ya toh? Kalau dibandingkan dengan sekolah kristen spt BPK, pasti uang sekolah santa maria paling juga setengahnya. Itu aja ortu2 suka jerit2 kemahalan….tul nga? Sbg contoh saya pernah denger ada ortu muid bilang:” katanya sekolah paroki, kok uang sekolah mahal sih?” Dalam hati sih maunya aku nyeletuk…emang gurunya kaga dibayar? hehe………

Ada untungnya di sekolah anak2 sudah mau berubah…mereka sekarang sedang bebenah ngajar pake komputer n lcd segala. But.., yang penting di atas semuanya adalah kualitas guru deh. (dianawati sugiarto )

 

bahasa Cirebon

January 21, 2008 by santamariacrb85
Setahu ku, bahasa Cirebon tuh banyak nyangkut ke bahasa jawa kawi,
yg sementara orang ada yg nyebut bahasa sansekerta.
Contoh :- Isun, yg artinya SAYA, dlm bhs jawa kawi lengkapnya INGSUN.
            – Ira / Sira yg artinya KAMU, dlm bhs jawa kawi lengkapnya SIRO.
Nah KEPRIBEN itu juga bahasa jawa kawi yg artinya PIYE / BAGAIMANA.
Klo maksudnya BAGAIMANA KABAR MU, lengkapnya KEPRIBEN KAHANAN SAMPEYAN.
Lah setahuku, wkt / selama gue di Cirebon, klo mau tanya GIMANA KABARNYA,
harus mengatakan PRIBEN KABAR’e?
Jadi klo PRIBEN doang ya artinya GIMANA / BAGAIMANA?
ENDRO KUSUMA Jan 21, 2008